August 4, 2020

Sumber Risiko

Sumber Risiko

Hazard menimbulkan kondisi yang kondusif terhadap bencana yang menimbulkan kerugian, dan kerugian adalah penyimpangan yang tidak diharapkan. Kemungkinan kejadian demikianlah yang kita namakan risiko. Walaupun ada beberapa overlapping (tumpang tindih) diantara kategori-kategori ini, namun sumber penyebab kerugian (dan risiko) dapat diklasifikasikan sebagai:

  1. Risiko sosial
  2. Risiko fisik
  3. Risiko ekonomis[4]

1)   Risiko Sosial

Sumber utama risiko sosial adalah masyarakat, artinya tindakan orang-orang menciptakan kejadian yang menyebabkan penyimpangan yang merugikan kita. Sulit jika tidak mungkin untuk mendata segala penyebab kerugian yang bersifat sosial ini, tetapi beberapa contoh dapat menggambarkan sifat dan peranan sumber risiko ini. Dengan berkembangnya toko-toko swalayan maka pengusaha pertokoan menghadapi risiko besarnya pencurian. Akan tetapi, tidak semua pencuri itu adalah orang luar melainkan ada kemungkinan juga penggelapan dan penyalahgunaan dilakukan oleh pegawainya sendiri.

2)   Risiko Fisik

Ada banyak sumber risiko fisik yang sebagian adalah fenomena alam, sedangkan lainnya disebabkan kesalahan manusia. Banyak risiko yang komplek sumbernya tetapi termasuk kategori fisik, contohnya adalah:

  1. Kebakaran, adalah penyebab cidera, kematian dan kerusakan harta. Kebakaran besar dapat disebabkan secara fisik seperti kabel yang cacat, atau keteledoran manusia.
  2. Cuaca. Iklim adalah risiko yang serius. Kadang-kadang hujan terlalu banyak sehingga penen terkena banjir dan sungai meluap. Sebaliknya kekeringan juga menyebabkan kerugian besar karena kerusakan panen dan rusaknya tanah.[5]
  3. Petir, menyebabkan kebakaran yang selanjutnya merusakkan harta, membunuh atau mencidrai manusia.

3)   Risiko Ekonomi

Banyak risiko yang dihadapi perusahaan bersifat ekonomi. Contohnya adalah inflasi, fluktuasi lokal, dan ketidakstabilan perusahaan individu dan sebagainya.

Selama periode inflasi, daya beli uang merosot dan para pensiunan serta mereka yang berpenghasilan tetap tidak mungkin lagi mempertaruhkan tingkat hidup yang biasa.

Bahkan dalam periode ekonomi yang relatif stabil, daerah-daerah tertentu mungkin mengalami boom atau resesi. Keadaan ini menempatkan orang-orang dan pengusaha pada risiko yang sama dengan risiko fluktuasi umum kegiatan ekonomi. Keadaan masing-masing perusahaan itu tidak stabil. Ada yang sukses dan ada yang gagal. Para pemilik perusahaan kehilangan sebagian dan seluruh investasi Dana, Dan para pekerja terancam pengangguran bila perusahaan pailit.

sumber :

https://ijateng.id/hewan-peliharaan-juga-bisa-alergi-makanan/