September 29, 2020

Risiko dalam Tinjauan Islam

Risiko dalam Tinjauan Islam

Risiko dalam pandangan Islam adalah risiko sebagai fitrah bisnis. Islam merupakan agama fitrah yang komplit dan menyeluruh. Oleh karena itu tidak ada satu pun urusan fitrah manusia yang luput dari perhatian Islam.

Tidak ada satu pun, dalam urusan dunia maupun akhirat,kecuali Islam telah menjelaskan perkaranya dalam Al-qur’an surah Al-An’am ayat 38, sebagai berikut :

Artinya :

“dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-kitab, kemudian kepada tuhanlah mereka di himpunkan” (Q.S. AL-An’am Ayat 38).

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Islam adalah din dan syariat-syariat yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan manusia lainnya, oleh karena itu, Islam merupakan agama yang lengkap dan sempurna mengatur segala aspek kehidupan manusia.

Kegiatan bisnis merupakan salah satu fitrah dari manusia karena dengan adanya berbisnis, manusia dapat memenuhi berbagai keperluannya. Setiap berbisnis yang dijalankan oleh manusia pasti akan menimbulkan dua konsekuensi dimasa depan, yaitu keuntungan dan kerugian. Keduanya merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan dari kegiatan berbisnis. Tidak ada satupun yang bisa menjamin bahwa bisnis yang dijalankan oleh seseorang akan mengalami keuntungan dan kerugian dimasa depan, dengan demikian, risiko itu sendiri merupakan fitrah yag senantiasa melekat dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu islam tidak mengenal adanya transaksi bisnis yang bebas resiko.

Para ulama telah bersepakat bahwa terdapat dua kaidah penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan suatu bisnis atau transaksi usaha, yaitu kaidah al-kharaj bidh dhaman (pendapat adalah imbalan atas tanggungan yang diambil) dan ghunmu bil ghurmi (keuntungan adalah imbalan atas menanggung kerugian).[6]

Maksud dari Kedua kaidah tersebut adalah orang yang berhak mendapatkan keuntungan adalah orang yang punya kewajiban menanggung kerugian. Keuntungan merupakan kompesensi yang pantas atas kesediaan orang seseorang yang menanggung kerugian.

Dengan demikian,Islam memberi isyarat untuk mengatur posisi risiko dengan sebaik-baiknya, sebagaimana Al-Qur’an dan Hadits mengajarkan kita untuk melakukan aktivitas dengan perhitungan yang sangat matang dalam menghadapi risiko.

RECENT POSTS