August 4, 2020
SEJARAH ASAL MULA PARA DEWA MENURUT MITOLOGI JAWA

SEJARAH ASAL MULA PARA DEWA MENURUT MITOLOGI JAWA

SEJARAH ASAL MULA PARA DEWA MENURUT MITOLOGI JAWASEJARAH ASAL MULA PARA DEWA MENURUT MITOLOGI JAWA

Sosok dan Peranan Para Dewa – Dewi dalam sejarah peradaban dunia sebagaimana kita ketahui sangatlah besar keterlibatannya dan bahkan seringkali sangatlah menentukan alur dan warna dari berbagai peristiwa penting dalam pentas sejarah Dunia.

Namun keberadaan Bangsa Dewa Dewi ini masih menjadi perdebatan hingga kini, apakah mereka memang benar benar ada ataukah hanya sekedar tokoh fiktif mitologis semata.

Bagi para penganut ajaran kuno, budayawan serta para praktisi spiritual, sosok para dewa adalah nyata adanya sebagaimana keberadaan makhluk makhluk dari dimensi lain seperti keberadaan bangsa jin.

Sedangkan bagi kebanyakan manusia zaman matrealistik sekarang ini, yang mereka hanya mau mempercayai segala sesuatu yang hanya dapat ditangkap oleh logika dan indra kasar, tentunya para dewa dan dewi dianggap sebagai klenik dan mitos semata.

Tokoh Semar Dalam Pewayangan Jawa

Dalam artikel kali ini admin tidak akan menyinggung mengenai benar dan salahnya pendapat dan keyakinan mereka tersebut.

Melainkan admin hanya bermaksud untuk mengutipkan kembali tentang bagaimanakah kisah sejarah mitologis atau legenda asal mula munculnya para Dewa Dewi tersebut menurut literatur asli bangsa Indonesia sendiri, yakni menurut kepercayaan budaya dan sejarah asli Bangsa Indonesia.

Nah pembaca, oleh karena admin hanya familiar dengan sejarah, kisah mitologi dan pewayangan Jawa dan agar bisa lebih spesifik maka pada artikel ini penulis hanya akan mengutip sejarah asal mula para Dewa menurut versi masyarakat Jawa saja.

Adapun secara garis besar sebenarnya akan sama saja dan memang akan terdapat banyak kemiripan alur kisah dan nama tokoh tokohnya dengan mitologi versi rakyat Sunda, Bima, Jambi, Dayak dan juga versi Batak karena kita semua bangsa Indonesia sejak dahulunya adalah bersaudara dan satu nenek moyang.

Dan sebagai anak cucu yang bertanggung jawab terhadap kelestarian budaya bangsa serta membutuhkan pengetahuan dan pemahaman terhadap jati diri kita yang sebenar benarnya, tentunya bagian dari warisan budaya leluhur yang telah turun temurun tersebut haruslah terus kita pelajari, kita jaga dan kita kembangkan, dan alangkah baiknya juga bila kita juga tetap melestarikan dengan menerapkan nilai nilai luhur bangsa kita serta menyempurnakan segala pencapaian pencapaian kebudayaan nenek moyang kita tersebut.

Baiklah langsung saja kita simak bersama mengenai kisah lahirnya para dewa versi masyarakat Jawa dan Sunda kuno yang diambil dari Silsilah Raja Raja Sunda dalam Babad Cirebon, serta Serat Paramayoga yang merupakan karya sejarah sekaligus kitab sastra berbahasa Jawa dari Ranggawarsito, Sang Pujangga Kenamaan Kerajaan Panjalu/Kediri untuk menuliskan silsilah dan kisah leluhur Kerajaan Kediri atas titah langsung dari Prabu Jayabaya sendiri.

Dikisahkan bahwa Nabi Adam as dan Siti Hawa adalah sebagai satu satunya pasangan ras Manusia modern pertama yang ada di bumi, Mereka berdua memiliki sekitar 40 pasang anak, dan salah satunya adalah Sang Hyang Sita alias Nabi Syits.

Nabi Syits as sangat di cintai oleh Nabi Adam as dan secara khusus beliau didik dengan berbagai pengetahuan dan ilmu agama yang lebih mendalam di bandingkan saudara saudarinya yang lain.

Hal tersebut dikarenakan Nabi Adam As mengetahui bahwa Nabi Syits adalah orang yang akan terpilih dan akan ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa sebagai penerus keNabian beliau dan sekaligus sebagai (Imam) pemimpin para keturunannya di bumi.

Rahasia langit mengenai penerus jabatan bergengsi sebagai Khalifatullah fil Ardhi (Wakil Tuhan di Bumi) tersebut juga diketahui oleh Ngidajil (arab : Azazil alias Iblis) sehingga ngidajil begitu berhasrat agar Nabi Syits dapat dinikahkan dengan putrinya yang bernama Dewi Delajah, dengan harapan agar kemuliaan dan kehormatan tersebut dapat direbut dari keturunan Nabi Adam as dan diteruskan oleh anak cucu ngidajil.

Sayangnya Nabi Syits as dikemudian hari dinikahkan dengan Dewi Mulat (Banyak yang berpendapat bahwa dewi mulat adalah bidadari surga yang ditugaskan turun ke bumi untuk menjadi pendamping Nabi Syits as)

Tidak kekurangan akal, pada suatu malam Dewi mulat diculik oleh Ngidajil dan digantikan dengan Dewi Delajah putri Ngidajil, dan setelah Nabi Syits menitipkan benihnya dalam rahim Dewi Delajah pada malam yang gelap itu, maka Dewi mulat pun cepat cepat dikembalikan lagi ke sisi Nabi Syits agar strateginya ini tidak ketahuan.

Ketika telah tiba waktunya, Dewi Delajah melahirkan bayi tidak sempurna yang hanya berwujud darah yang berkilauan, melihat ini ngidajil segera mengambil darah berkilauan itu dan membawanya ke kediaman Nabi Syits yang kala itu Dewi mulat sedang dalam proses persalinan juga.

Sesosok bayi yang sangat tampan pun lahir dari rahim dewi mulat, dan setelahnya lahir pula kembarannya yang hanya berupa cahaya gemerlapan, melihat itu Ngidajil pun segera menyatukan Cahaya itu dengan Darah berkilauan yang dibawanya sehingga mewujudlah darinya sesosok bayi manusia yang juga memiliki paras yang sangat tampan, hal tersebut dilakukan secara ghaib dan sangat cepat sehingga Nabi Syits dan Dewi Mulat tidak mengetahuinya.

Nabi Syits kemudian memberikan nama si kakak dengan nama Anwas dan si adik dengan nama Anwar.

Kedua saudara kembar itupun dirawat dan dibesarkanlah oleh Sang Ayah dan Ibunya dengan penuh kasih sayang dan pendidikan yang intensif, mereka tidak tahu bahwa salah satu putra mereka adalah keturunan Ngidajil.

Hanya Nabi Adam as yang mengetahui hakikat sebenarnya tentang Syaikh Anwar karena beliau adalah seorang Nabi yang atas ijin yang Maha Kuasa, beliau dapat mengetahui segala rahasia yang tersembunyi bagi kebanyakan makhluk.

Namun Nabi Adam as tidaklah membeda-bedakan Syaikh Anwar dengan cucu beliau yang lain, ia juga disayangi dan diperlakukan sama sebagaimana cucu cucu lainnya oleh Sang Kakek.

Selain Syaikh Anwas dan Syaikh Anwar memiliki paras yang sempurna, ternyata keduanya memiliki otak yang cemerlang, hanya saja terdapat perbedaan yang agak mencolok pada sifat, perilaku dan minat belajar kedua saudara kembar tersebut.

Ketika mereka telah mulai dewasa, Nabi Adam as kakek mereka itu, telah berusia tua dan kemudian meninggal.

Itu adalah pertama kalinya kedua saudara itu melihat seorang manusia meninggal. Nabi syits menjelaskan kepada segenap anak anaknya bahwa kematian adalah suatu hal yang wajar bagi semua makhluk yang bernyawa, tidak terkecuali juga dengan manusia, manusia juga bisa terserang penyakit, menjadi tua dan lemah, kemudian mengalami sekarat dan kemudian mati.

Penjelasan Nabi Syits tersebut menenangkan hati anak anaknya, namun pemandangan itu sungguh adalah hal yang sangat menakutkan sekali bagi Syaikh Anwar. Dia sangat cemas dan gelisah, terbayang dalam benaknya suatu hari nanti dirinya pasti akan mengalami hal yang sama, menjadi tua, terserang penyakit, mengalami sekarat dan kemudian mati.

Syaikh Anwar tidak bisa menerima takdir semacam itu, ia pun memprotes takdir Tuhan itu melalui NabiNya, yakni Nabi Syits yang tidak lain adalah ayahnya sendiri itu, segala Nasehat dan petuah Nabi syits benar benar tidak ia hiraukan, malahan Syaikh Anwar bertekad untuk mencari cara agar ia tidak mengalami hal hal menakutkan itu.

Pada akhirnya ia pun memutuskan untuk meninggalkan Ayah Bundanya agar bisa pergi bekeliling dunia demi menguak berbagai rahasia kehidupan sehingga akhirnya dapat meloloskan diri dari penyakit, sekarat, derita masa tua dan juga kematian.

Walau tidak tahu hendak pergi kemana, Syaikh Anwar terus berjalan menyusuri dunia, hingga pada suatu tempat ia pun melihat suatu cahaya terang bak rembulan purnama berada dekat sekali dengan tanah, hal ini tentunya membuat syaikh anwar heran sekapigus penasaran untuk mendekat.

Syaikh Anwar kemudian memasuki cahaya bulat tersebut, disana ia tiba tiba dapat melihat seluruh isi alam semesta, di sekelilingnya juga terhampar suatu taman yang sangat indah, sungguh suasana yang damai, sejuk dan nyaman apabila berada dalam cahaya itu.

Tiba tiba saja muncullah seseorang yang mengaku bernama ngidajil, ia kemudian menjelaskan cahaya terang itu berasal dari sebuah permata sakti miliknya yang bernama ratna dumilah, dalam terpaan cahayanya seseorang akan dapat hidup dalam kedamaian abadi.

Tentu saja syaikh anwar sangat gembira mendengar hal itu, namun untuk mendapatkannya ngidajil memberikan syarat agar Syaikh Anwar juga membantunya agar cahaya ratna dumilah ini dapat ia hamparkan ke seluruh dunia, sehingga akan banyak makhluk yang akan mendapatkan manfaat dari ratna dumilah miliknya sebagaimana yang ngidajil selalu cita citakan.

Lalu diambillah Ratna dumilah oleh ngidajil, setelah itu ia kemudian mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan, kekuatan dan berbagai kesaktian yang luar biasa kepada Syaikh anwar.

Syaikh Anwar juga dibawa oleh ngidajil menuju awan ajaib untuk mendapatkan tirta kamandanu, yakni air kehidupan yang memiliki khasiat luar biasa, misalnya mampu membuat seorang bayi bisa langsung dewasa seketika, membuat awet muda, menghidupkan orang mati dan dapat hidup abadi.

Air ajaib itu ditampung dalam sebuah cawan ajaib bernama cupu manik astagina, cawan ajaib inilah yang membuat air ajaib tirta kamadanu tersebut tidak akan habis sekalipun terus menerus di ambil.

Syaikh Anwar juga diberikan keilmuan rahasia untuk meramu tanaman obat tertentu agar bangsa raksasa, jin dan manusia kebal terhadap berbagai penyakit seumur hidupnya bila terus mengkonsumsinya.

Ngidajil memberikan petunjuk kepada Syaikh Anwar untuk pergi ke arah timur dan melakukan semedhi atau tapa brata di sebuah pulau bernama pulau dewani hingga seseorang dari bangsa jin membangunkannya. (pulau itu sekarang telah terpecah menjadi pulau sumatera jawa dan bali)

Tidak ada pilihan lain, syaikh Anwar yang sangat menginginkan kehidupan abadi yang damai dan tentram tersebut kemudian pergi ke arah timur, di jalan ia sering dihadang oleh para raksasa dan makhluk halus namun ternyata mereka bukanlah tandingan Syaikh Anwar karena setelah digembleng oleh Ngidajil, beliau tentunya telah menjelma menjadi sosok manusia yang sangat sakti mandraguna.

Pada akhirnya Syaikh Anwar melakukan semadhi di sebuah gua diatas sebuah gunung di pulau dewani yang sangat angker itu. bertahun tahun Syaikh Anwar bersemadhi sehingga jasad wadagnya telah berubah menjadi jasad halus yang bercahaya terang namun tidak menyilaukan.

Sementara itu, di tempat lain, Dalam Istana Kerajaan yang juga masih berada dalam pulau Dewani itu, sedang diadakanlah sebuah rapat darurat antara Sang Raja dengan para punggawanya, mereka tengah membicarakan mengenai pageblug / wabah penyakit yang sedang menyerang para penduduk Kerajaan Jin itu

 

Sumber: https://bugscode.id/uber-resmi-angkat-bos-baru-dara-khosrowshahi/