August 4, 2020

Pengertian Riba

Table of Contents

Pengertian Riba

Menurut bahasa, riba memiliki beberapa pengertian, yaitu :

  1. Bertambah, karena salah satu perbuatan riba adalah meminta tambahan dari sesuatu yang dihutangkan.
  2. Berkembang, berbunga, karena salah satu perbuatan riba adalah membungakan harta uang atau yang lainnya yang dipinjamkan kepada orang lain.
  3. Berlebihan atau menggelembung.

Sedangkan menurut istilah, yang dimaksud dengan riba menurut Al-Mali yang artinya adalah “akad yang terjadi atas penukaran barang tertentu yang tidak diketahui perimbangannya menurut ukuran syara’, ketika berakad atau dengan mengakhirkan tukaran kedua belah pihak atau salah satu keduanya”.

Menurut Abdurrahman al-Jaiziri, yang dimaksud dengan riba ialah akad yang terjadi dengan penukaran tertentu, tidak diketahui sama atau tidak menurut aturan syara’ atau terlambat salah satunya. Syaik Muhammad Abduh berpendapat bahwa yang dimaksud dengan riba ialah penambahan-penambahan yang diisyaratkan oleh orang yang memiliki harta kepada orang yang meminjam hartanya (uangnya), karena pengunduran janji pembayaran oleh peminjam dari waktu yang telah ditentukan.[1]

Riba dapat timbul dalam pinjaman (riba dayn) dan dapat pula timbul dalam perdagangan (riba bai’). Riba bai’ terdiri dari dua jenis, yaitu riba karena pertukaran barang sejenis, tetapi jumlahnya tidak seimbang (riba fadhl), dan riba karena pertukaran barang sejenis dan jumlahnya dilebihkan karena melibatkan jangka waktu (riba nasi’ah).[2]

  1. Hukum Riba

Riba itu haram. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan riba, demikian pula hadis-hadis yang menerangkan larangan riba dan yang menerangkan siksa bagi pelaku riba.

Hukum riba haram sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “bahwasanya jual-beli itu seperti riba, tetapi Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba”. (Q.S Al Baqarah, ayat 275).

Dalam hadis, tentang larangan riba dinyatakan :

Nabi Muhammad SAW. bersabda yang artinya :

Dari Jabir R.A ia berkata : Rasulullah SAW telah melaknati orang-orang yang suka makan riba, orang yang jadi wakilnya, juru tulisnya, orang yang menyaksikan riba. Rasulullah selanjut bersabda : “mereka semuanya sama”. (dalam berlaku maksiat dan dosa).[3]

  1. Macam-macam Riba

Riba itu ada empat macam, yaitu :

  1. Riba fuduli

Fuduli artinya lebih, misalnya menjual salah satu dari dua barang yang sejenis yang saling dipertukarkan lebih banyak daripada yang lainnya, misalnya :

Menjual uang Rp. 100.000,- dengan uang Rp. 110.000,-

Menjual 10 kg beras dengan 11 kg beras.

Yang dimaksud lebih ialah dalam timbangannya pada barang yang ditimbang ; takaran pada barang yang ditakar ; ukuran pada barang yang diukur, dan jumlah banyak pada uang yang dipertukarkan dan sebagainya.

Sumber :

https://bogorchannel.co.id/toshiba-jual-bisnis-semikonduktor-ke-bain-capital/