August 9, 2020

PENGERTIAN PARADIGMA AKUNTANSI SYARIAH

PENGERTIAN PARADIGMA AKUNTANSI SYARIAH

Paradigma  merupakan  istilah  yang  dipopulerkan  Thomas  Khun dalam  karyanya  The  Structure  of  Scientific  Revolution.  Paradigma  di  sini diartikan  Khun  sebagai  kerangka  referensi  atau  pandangan  dunia  yang menjadi dasar keyakinan atau pijakan suatu teori.

Akuntansi  adalah  suatu  kejadian  yang  tidak  hanya  statis. Akuntansi  berkembang  mengikuti  pola  evolusi  masyarakat.  Sebagaimana yang pernah terjadi yaitu berkembang dari penyatuan aspek agama menuju pada  upaya  pemisahan  agama  dengan

masalah  ekonomi,  maka  akhirnya terjadi perubahan dari agama menuju kepada ekonomi murni, dan akhirnya berkembang lagi dari ekonomi murni menuju kepada sosio-ekonomi.

Berdasarkan  definisi  paradigma  yang  dikemukakan  Kuhn, paradigma baru dapat dikembangkan yaitu paradigma akuntansi syari‟ah yang  dikembangkan  berdasarkan  kepercayaan  masyarakat  Muslim[1].

Menurut  Ikatan  Akuntan  Indonesia  (2007)  syariah  berlandaskan pada  paradigma  dasar  bahwa  alam  semesta  dicipta  oleh  Tuhan  sebagai amanah  (kepercayaan  ilahi)  dan  sarana  kebahagiaan  hidup  bagi  seluruh umat untuk mencapai kesejahteraan hakiki secara material dan spiritual (al-falah).  Paradigma  dasar  ini  menekankan  setiap  aktivitas  umat  manusia memiliki  akuntabilitas  dan  nilai  ilahiah  yang  menempatkan  perangkat syariah  dan  akhlak  sebagai  parameter  baik  dan  buruk,  benar  dan  salah aktivitas usaha. Paradigma ini akan membentuk integritas  yang membantu terbentuknya karakter tata kelola yang baik (good governance) dan disiplin pasar (market discipline) yang baik.

Sumber :

https://weshop.co.id/london-hentikan-izin-operasi-uber/