August 9, 2020

Metode Tradisional Langsung

Metode Tradisional Langsung

  1. Metode Langsung (Direct Method)

Metode ini muncul pada abad ke 19 dan berkembang pada abad ke 20. Karena metode ini mempunyai pemikiran baru sehingga berlawanan dengan metode qowa’id dan terjemah yang digunakan oleh para pemula dalam belajar bahasa. Metode ini tidak puas terhadap pengajaran bahasa dengan Metode Tata Bahasa Terjemah, diantaranya karena menggunakan bahasa siswa sebagai bahasa pengantar. Disamping itu, bertambahnya jumlah masyarakat Eropa dari berbagai negara yang menjalin komunikasi antar mereka sendiri menyebabkan mereka merasakan adanya kebutuhan yang mendesak untuk menguasai sebuah bahasa yang bisa menjadi lingua franca secara aktif dan produktif.

Metode langsung adalah suatu cara menyajikan suatu materi pelajaran bahasa asing dimana guru langsung menggunakan bahasa asing  tersebut sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikitpun dalam mengajar. Metode yang melihat bahasa sebagai apa yang diucapkan oleh penutur asli bahasa itu. Sehingga, para pelajar bahasa tidak hanya mempelajari bahasa sasaran tetapi juga mempelajari budaya dari penutur asli. Asumsi metode ini adalah proses belajar bahasa asing adalah sama dengan belajar bahasa ibu. Pelajar bahasa asing harus dibiasakan untuk berpikir dalam bahasa target, dan untuk mencapai kemampuan itu penggunaan bahasa ibu harus dihindarkan sepenuhnya. Metode ini berpijak dari pemahaman. Pengajaran bahasa asing  tidak sama halnya dengan mengajar ilmu pasti atau ilmu alam. Jika mengajar ilmu pasti, siswa dituntut agar dapat menghapal rumus-rumus tertentu, berpikir dan megingat.

Dalam pengajaran bahasa, siswa dilatih praktek langsung mengucapkan kata-kata atau kalimat tertentu. Sekalipun kata-kata atau kalimat tersebut mula-mula masih asing dan tidak dipahami anak didik, namun sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat-kalimat itu akan dapat diucapkan dan dapat pula mengartikannya. Pada prinsipnya metode langsung ini sangat utama dalam mengajar bahasa asing, karena melalui metode  ini siswa dapat langsung melatih kemahiran lidah tanpa menggunakan bahasa ibu (bahasa lingkungannya). Meskipun pada mulanya terlihat sulit anak didik untuk menirukannya, tapi metode ini menarik bagi anak didik.

Tujuan metode ini adalah adanya hubungan langsung dengan penutur asli secara alamiyah, menjadikan pelajar berkemauan keras untuk belajar bahasa asing dengan cepat tanpa tergantung terjemah kedalam bahasa ibu, mengutamakan bagaiamana cara mengucapkan dan mengakhirkan belajar menulis dilihat dari kemampuan berbahasa ada empat dimana dalam pemerolehannya secara bertahap serupa dengan bagaimana balita yang pertama kali belajar bahasa ibu, dimulai dengan memahami apa yang didengar secara bertahap, diikuti dengan berbicara, membaca kemudian menulis, siswa menggunakan bahasa asing sejak ia belajar bahasa itu, lebih mengutamakan kelancaran berbahasa.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/google-assistant-hadir-di-feature-phone/