September 28, 2020

Kesalahan Yang Membuat Anda Menjadi Sasaran Hacking

# Menggunakan internet benar-benar sangat mudah dan menyenangkan. Tidak hanya itu, kini tarif akses internet termasuk kantong pelajar di saku Anda juga sangat terjangkau. Dengan berlangganan paket internet dengan penyedia tertentu, Anda dapat menikmati fitur internet dengan kisaran harga ribuan hingga ratusan rupee.

Internet sangat mudah digunakan sehingga banyak orang mengandalkan transaksi belanja di internet. Jika sudah begini, jangan terburu-buru tidur dengan kenyamanan internet yang membuat proses transaksi atau kegiatan lainnya lebih mudah. Mulailah dengan hati-hati dan waspadai peretasan yang mengganggu akun Anda di berbagai forum, program, atau situs web di Internet.

Pembajakan adalah kegiatan untuk mendeteksi kerentanan dalam jaringan, program, atau instalasi yang terkait dengan Internet. Peretasan pernah dimasukkan sebagai aktivitas positif yang bertujuan mendeteksi kerentanan sistem dan memperbaikinya. Namun sekarang peretasan dikenal secara luas sebagai tindakan negatif yang dapat merusak sistem atau mencuri data tertentu.

Anda mungkin sering tidak menyadari kecerobohan yang Anda gunakan saat menggunakan Internet. Ada banyak bug yang dapat membuat akun Anda menjadi target peretasan, mari kita akui satu per satu sehingga kami dapat lebih lengkap saat menggunakan internet:

1. Menggunakan kata sandi yang sama

Menggunakan kata sandi yang sama untuk masuk akan mencegah Anda lupa kata sandi. Tapi ini ternyata sangat berbahaya dan bisa membuat kita menjadi sasaran empuk untuk meretas di internet.

Karena kesamaan kata sandi, peretas dapat dengan cepat dan mudah masuk ke banyak akun mereka. Agar tidak mudah diretas, coba gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun dengan kombinasi angka dan huruf yang sangat rumit.

Artikel terkait: Kiat untuk membuat kata sandi yang kuat

2. Email aneh dan pop-up yang berarti peretasan

Apakah Anda pernah membuka akun email dan menerima email aneh yang ditujukan untuk Anda? Atau pernahkah Anda membuka situs web tempat iklan pop-up tertentu muncul? Ini bisa berarti peretasan yang Anda tahu.

Email atau munculan mungkin mengandung virus atau malware yang dapat membahayakan akun Anda. Jadi mulailah berhati-hati dan jangan mengklik informasi yang mencurigakan atau sembulan. Alangkah baiknya jika kita bisa mengaktifkan fungsi pemblokiran lima-up di browser yang kita gunakan.

3. Penggunaan aplikasi atau sistem operasi operasi yang tidak diperbarui

Terkadang malas menunggu ponsel atau perangkat Anda memperbarui sistem operasinya atau perangkat lunaknya. Tapi jelas menggunakan aplikasi lama atau sistem operasi membuat Anda rentan terhadap pembajakan. Pembaruan perangkat lunak perangkat lunak atau sistem operasi biasanya dilengkapi dengan sistem perlindungan terbaru yang dapat melindungi akun Anda dari serangan peretasan dan kejahatan online lainnya.

4. Nonaktifkan fitur keamanan

Anda mungkin telah menonaktifkan Firewall atau sistem keamanan lain saat Anda ingin menggunakan aplikasi yang terkait langsung dengan koneksi Internet. Ada juga pengguna internet yang menonaktifkan sistem antivirus untuk membuat perangkat terasa “ringan” saat digunakan untuk bermain game.

Ini membuka peluang bagi peretas untuk merusak sistem atau akun Anda. Sebagai solusi, jangan lupa untuk me-restart firewall setelah Anda menonaktifkannya. Untuk antivirus, jadwalkan pemindaian saat Anda tidak menggunakan gadget Anda.

5. Abaikan enkripsi koneksi nirkabel

Bagi Anda yang menggunakan fitur WiFi di rumah atau di kantor, jangan lupa untuk menggunakan WiFi dengan tipe koneksi WPA2. Beberapa sistem enkripsi lainnya (mis. WEP) sangat rentan terhadap kerusakan dan membuatnya mudah untuk meretas jalur data Anda. Jadi jangan lupa untuk mengubah jenis koneksi Wi-Fi Anda menjadi tipe WPA2 untuk menjaga data Anda aman dari peretasan. Saya harap informasi bermanfaat saat ini dapat membantu Anda untuk lebih berhati-hati saat menggunakan koneksi internet.

Baca juga: