October 24, 2020
Sistem hepatika portal

Sistem hepatika portal

Sistem hepatika portal

Sistem hepatika portal

Vena mesenterika superior memperdarahi separuh bagian kanan  yaitu : sekum, kolon, asendus, dan dua pertiga proximal kolon transversum. Arteri mesenterika superior mensuplai separuh bagian kiri yaitu sepertiga distal kolon mendatar dari kolon desendens, kolon sigmoid serta bagian proksimal dari rektum. Suplai darah pada rektum diselenggarakan oleh vena return dari kolon dan rektum superior melalui vena mesenterika superior dan inferior yang mengalirkan darah ke hati. Vena hemoroidalis media dan inferior mengalirkan darah ke vena iliaka dan merupakan bagian distal dari sirkulasi sistemik. Suplai saraf usus besar, dilakukan oleh sistem saraf otonom dengan pengecualian sfingter eksterna yang diatur oleh sistem volunter. Serabut parasimpatik berjalan melalui nervus vagus, ke bagian tengah kolon transversum dan pelvikus yang berasal dari daerah sakral menyuplai bagian distal.

Perangsangan simpatis menyebabkan penghambatan sekresi, kontraksi dan perangsangan sfingter ani, sedangkan perangsangan parasimpatis, menyuplai efek yang berlawanan.

  1. Fisiologi kolon dan rektum

Usus besar mempunyai fungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus. Fungsi usus yang paling penting adalah absorpsi air dan elektrolit yang sebagian besar dilangsungkan pada kolon bagian kanan, dan fungsi kolon sigmoid sebagai reservoir untuk dehidrasi masa faeces, sampai defekasi berlangsung.

Kolon mengabsorbsi air, sekitar 600 ml perhari dibandingkan dengan 800 ml air yang diabsorbsi oleh usus besar. Akan tetapi kapasitas absorbsi usus besar sekitar 2000 ml perhari. Bila jumlah ini dilampaui oleh pengiriman cairan yang berlebihan dari ileum akan mengakibatkan diare.

Berat akhir faeces yang dikeluargakan perhari sekitar 200 gr, 75 % diantaranya berupa air. Sisanya terdiri dari residu makanan yang tidak diabsorbsi, bakteri, sel epitel yang mengelupas dan mineral yang tidak diabsorpsi. Sangat sedikit pencernaan berlangsung dalam usus besar. Sekresi usus besar mengandung banyak mukus, menunjukkan sekresi alkali yang tidak mengandung enzim. Mukus bekerja sebagai pelumas dan pelindung mukosa pada peradangan usus. Didalam usus besar terdapat pembusukan cukup banyak antara lain : peptida, asam amino, indol, skatol, fenol dan asam lemak. Amino, CO2. H2, H2S, dan Ch4 merupakan gas – gas yang terpenting. Sebagian besar dari gas – gas dikeluarkan dari faeces sedangkan yang lainnya diabsorbsi dan diangkut ke hati untuk dirubah menjadi senyawa yang tidak toksik diekskresi dalam urine. Sekitar 1000 ml gas flatus dalam keadaan biasanya dikeluarkan melalui anus setiap hari.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/