September 30, 2020

Jalan ma’rifat yaitu

Jalan ma’rifat yaitu

  1. Qolbi fungsinya dapat mengetahui sifat tuhan.
  2. Ruh fungsinya untuk dapat dicintai.
  3. Sir fungsinya untuk melihat tuhan.

Kedudukan sir lebih halus dari ruh dan qolbi. Dan ruh lebih halus dari qolbi.Qolbi di samping sebagai alat untuk merasa juga sebagai alat untuk berpikir. Bedanya qolbi dengan aql ialah kalau aql kalau aaql tidak dapat menerima pengetahuan tentang hakikat tuhan. Tetapi kalau qolbi bisa mengetahui hakikat dari segala yang ada dan manakalah dilimpahi suatu cahaya dari tuhan bisa mengetahui rahasia-rahasia tuhan.

Posisi sir bertempat da dalam ruh dan ruh sendiri berada didalam qolbi sir akan menerima pantulan cahaya dari tuhan apabila qolbi dan ruh benar-benar suci, kosong dan tidak berisi suatu apapun. Pada suasana yang demikian itu tuhan akan menurunkan cahaya-NYA kepada mereka (shufi).Dan sebaliknya mereka melakukan (orang sufi) yang dilihat hanyalah allah.

Ada 2 Macam  Ma’rifat

  1. Ma’rifat ta’limiyat yang berarti mencari pengetahuan atau dalam arti lain memperoleh ilmu pengetahuan.sedangkan orang yang sedang mencari ilmu disebut mu’taklim.Oleh karena itu ma’rifat limiyat yaitu berjalan untuk mengenal allah dari jalan yang biasa “mulai dari bawah hingga keatas”.
  2. Ma’rifat Laduniyah yaitu yang langsung dibukakan oleh allah dengan keadaan kasf, mengenal kepadanya.jalanya langsung dari atas dengan menyaksikan dzat yang suci, kemudian turun dengan melihat sifat-sifatnya,kemudian kembali bergantung kepada nama-namanya.

AL’ITTIHAD

Jika tahab al-baqa telah tercapai maka dengan sendirinya tercapai pula tahap ittihad.Dalam tingkatan  ini seorang shufi telah merasa bahwa dirinya bersatu dengan tuhan antara yang mencintai dan yang dicintai menyatu baik jauhar (substansi) maupun perbuatannya.Dalam  keadaan demikian  maka petunjukan antara ia dengan yang lain adalah sama lebih lanjut disebutkan bahwa segala sesuatu yang ada ini disebutkan bahwa segala sesuatu yang ada ini dilihat sebagai wujud yang satu itu sendiri demikian pula sebaliknya.Abu Yazid kelihatan,sangat merindukan  keadaan. Ittihad ini sebagaimana terungkap dalam  syatahannya ketika ia sedang bedialog dengan tuhan.

Menurut Abu yazid tingkatan ini diperolehnya setelah melalui proses yang lama ,30 tahun.Selama itu ia absen dari allah hanya berzikir kepadanya.Namun setelah itu aku menemukan dalam setiap keadaan,sehingga seolah-olah.Dia adalah diriku sendiri.

A Nicholson mendefenisikan ittihad sebagai “identiknya sifat manusia dan sifat tuhan “. Apabila seorang shufi telah mencapai tingkatan ini maka ada kemungkinan dia akan mengeluarkan ucapan-ucapan yang ganjil (syahadat ),dan biasanya tidak dapat diterima oleh kaum muslimin.

Ketika menafsirkan baris-baris syair ib al-farid mengenai ittihad.Nicholson mengatakan ittihad berarti bahwa wujud yang mutlak melebur dalam wujud makhluk individual semedikian rupa sehingga menghilangkan kemampuan menggunakan fakultas-fakultasnya tampaknya ia berkehendak dan berbuat namun sesungguhnya dia hanyalah alat melalui siapa tuhan berkehendak dan berbuat.

Tentang pengalaman al-ittihad,sebagaimana dituturkan oleh al-atthar ketika yazid menjalani perjalanan mi’raj-nya, ia bercerita dan berdialog panjang dengan tuhan yang akhirnya sampai pada bagian berikut “setelah dia melihat betapa sifat-sifatku lebur kedalam sifat-sifatnya maka dihadiahkan-nya kepada ku sebuah nama dari hadirat-Nya sendiri dan dia berkata kepadaku dalam wujud-NYA sendiri.Maka terciptannya peleburan dan punahlah keterpisahan”. Riwayat lain menyebutkan,ketika ia berm’raj pada waktu sampai arsy,ternyata di sana kosong tak ada siapa pun hanya dirinya sendiri ia jumpai maka ia bertanya :”Tuhanku,di manakah aku mencarimu ?”maka tersingkaplah hijib aku lihat diriku adalah aku dan aku adalah aku.Aku melihat kea rah yang kucari maka ke mana saja aku berjalan tidak ada lain kecuali aku”

Dalam kesempatan lain dia mengatakan:”aku pergi dari allah ,sehingga dia berseru dari aku di dalam diriku “wahai engkau yang adalah aku”

Diceritakan pula ,tuhan pernah berkata”wahai abu yazid semua mereka kecuali engkau adalah makhluk-ku ,kecuali engkau”akupun berkata”aku adalah engkau dan engkau adalah aku”

Sumber: https://multiply.co.id/