September 30, 2020

 MANFAAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL 

 MANFAAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL

  1. a)Sumber Devisa

Jika    kita    mengekspor         suatu      komoditi,       kita    mendapat mata uang asing seperti dolar, yen atau mata uang yang lainnya. Mata uang asing ini disebut devisa. Devisa dapat digunakan untuk, misalnya, mengimpor barang modal dan konsumsi.

  1. b)Perluasan Kesempatan Kerja

Perdagangan  internasional,  terutama  kegiatan  ekspor,  memberi  kesempatan untuk  memperluas kesempatan kerja karena untuk menghasilkan barang yang diekspor, dibutuhkan tenaga kerja.

  1. c)Stabilisasi Harga

Jika  harga  suatu  jenis  barang  dalam  negeri  mahal  atau  jumlahnya  kurang dan  tidak  memenuhi  permintaan pasar, maka barang tersebut harus diimpor. Dengan adanya impor, harga barang jenis   tersebut akan stabil dan permintaan pun d apat terpenuhi.

  1. d)Peningkatan Kualitas Konsumsi

Melalui  perdagangan  internasional,  penduduk dapat memebeli barang-barang yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri atau mutunya belum sebaik produk luar negeri. Perdagangan  internasional dapat memacu industry dalam negeri untuk meningkatankan kualitas produk yang dihasilkan agar dapat bersaing di pasar internasional.

  1. e)Percepatan Alih Teknologi

Untuk menggunakan barang-barang yang diimpor dari luar negeri, dibutuhkan pengetahuan atau  keterampilan tertentu sehingga perlu pelatihan atau bimbingan. Hal seperti itu akan mempercepat  alih teknologi. Alih teknologi memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang  lebih modern.

  1. f)Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri.

Banyak  faktor  yang  mempengaruhi  perbedaan  hasil  produksi  di  setiap negara,  misalnya  : kondisi geografis, iklim, tingkat penguasaan IPTEK. Dengan adanya perdaganga internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

  1. g)Memperoleh keuntungan dari spesialisasi.

Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang dari luar negeri. Dengan mengadakan spesialisasi dan perdagangan, setiap negara dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut :

  1. Faktor-faktor produksi yang dimiliki setiap negara dapat digunakan dengan lebih efisien.
  2. Setiap negara dapat lebih menikmati lebih banyak barang dari yang dapat diproduksi di dalam  negeri.
  3. h)Memperluas pasar dan menambah keuntungan.

Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya tanpa   takut kelebihan produksi karena dapat menjual ke luar negeri.

  1. HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.

  1. a)Perbedaan Mata Uang Antarnegara

Mata uang yang berlaku di setiap negara berbeda – beda. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.

  1. b)Kualitas Sumber Daya yang Rendah

Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional karena jika sumber daya manusianya rendah, maka kualitas dari hasil produksi(produk) akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas produk rendah akan sulit bersaing dengan barang – barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.

  1. c)Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar

Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila pembayarnya dilakukan secara tunai maka negara pengimpor akan mengalami kesulitan dan resiko yang tinggi, seperti perampokan. Oleh karena itu, negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran secara tunai tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.

https://9apps.id/