October 28, 2020
Pekerjaan Pemerintah yang Belum Tuntas

Pekerjaan Pemerintah yang Belum Tuntas

Pekerjaan Pemerintah yang Belum Tuntas

Pekerjaan Pemerintah yang Belum Tuntas
Pekerjaan Pemerintah yang Belum Tuntas

Operasi 30 hari Polres Bogor yang dimulai sejak 19 Juli belum usai, tetapi pihak kepolisian telah menemukan banyak penyakit masyarakat antara lain 2676 botol minuman keras (miras) serta ribuan lain yang masih disita dari hasil operasi di berbagai wilayah Bogor.  Sebanyak 38 pekerja seks komerisal (PSK) dijaring dari wilayah Kemang-Parung, sementara kawin kontrak di kawasan Puncak cukup marak bulan Juli-Agustus seiring dengan masa liburan wisatawan asing terutama dari Timur Tengah.  Muncul pula biong seks, laki-laki yang secara resmi menjadi suami dari istri yang berprofesi sebagai PSK yang melakukan kawin kontrak dengan para wisatawan asing tersebut.

Pengedar narkoba ditangkap dalam keadaan teler di KRL sedang membawa 70 pil lektosan pada tanggal 25 Juli.  Mobil kijang disikat pencuri saat pemiliknya menghadiri pesta pernikahan di Gunung Sindur serta dirampasnya sebuah motor oleh oknum berseragam di depan GOR Pajajaran yang diduga sebagai modus baru pencurian sepeda bermotor di Bogor.  Pihak kepolisian juga telah menggerebek suatu lokasi di Sukasari yang disinyalir sebagai tempat perjudian yang cukup besar di Bogor, namun sayang kali ini tidak mendapatkan apa-apa kecuali sedikit barang bukti saja.  Sementara Mabes Polri sebelumnya telah menangkap 190 pelaku dan menahan 20 diantaranya dengan barang bukti sebesar 27.7 juta dalam penggerebekan di jalan Siliwangi No. 23.  Di berbagai tempat togel (toto gelap) juga semakin berani terang-terangan.

Belum lagi genap satu bulan, terpidana Asep Tarwan jalani hukumannya selama 19,6 tahun, kini kasus terbesar yang pernah terjadi di Bogor ini pun terus berlanjut.  Kejari Bogor dalam langkah awalnya hendak menarik salah seorang petinggi PT Delta Makmur Ekspressindo (DME) Hartono Tjahjaja yang diduga telah menerima uang dari Asep Tarwan sebesar 74,5 miliar melalui rekeningnya, untuk diproses dan diadili di Pengadilan Negeri Bogor.  Sementara uang sisanya Rp 19 miliar dari 93,5 miliar oleh Asep dimasukan ke rekening Ferdinan yang saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Itulah beberapa hasil operasi jajaran kepolisian Bogor serta beberapa peristiwa terakhir yang dilaporkan oleh media masa. Jika kita cermati ternyata data-data diatas telah cukup menjadi contoh betapa masalah yang disebut molimo (bahasa Jawa) yaitu main (berjudi), madat (narkoba), madon (main perempuan, berzina), maling (mencuri) dan mabuk(minuman keras) telah begitu merebak di Bogor ini.  Bahkan bisa jadi data-data tersebut juga bagai gunung es, bahwa yang tampak di permukaan hanyalah sebagian kecil saja sedangkan bagian terbesarnya malah tidak tampak.  Jika sinyalemen ini benar, maka ini berarti bahwa Bogor kini telah terserang sebuah penyakit masyarakat yang sangat mengerikan. Tetapi apakah masyarakat benar-benar merasakan atau mengetahui bahwa telah ada penyakit dalam tubuhnya?

Sumber : https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/seva-mobil-bekas/