October 1, 2020

Mobil Terparkir Lama sebab Corona, Perhatikan Hal-hal Ini

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona COVID-19 pemerintah menghimbau masyarakat untuk mengawal jarak jasmani dan sosial. Selanjutnya sejumlah kota merealisasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan meminta masyarakat guna tetap sedang di rumah.

Selama di rumah, untuk memenuhi waktu kita dapat memeriksa kembali kendaraan Anda andai terparkir dalam masa-masa yang lama. Yang tentu Anda mesti memanaskan mesin paling tidak 3 hari sekali dan cek oli mesin.

Kemudian ketika parkir ditempat datar, Mitsubishi menyarankan tidak boleh mengaktifkan rem parkir. Hal itu dapat menyebabkan lengketnya kampas rem dengan piringan rem andai dalam kurun masa-masa yang lama.

Sebaiknya masukkan ke gigi-1 guna mobil bertransmisi manual dan posisi “P” guna mobil bertransmisi otomatis. Jika situasi parkiran tidak cukup datar, Anda dapat mengakalinya dengan mengganjal ban mobil.

Mobil yang jarang dipakai, atau tidak bergerak, berpotensi menjadi sarang tikus, lagipula parkir di lokasi gelap. Jika telah demikian, tikus yang menetap dapat menggerogoti komponen mobil laksana kabel lampu, klakson bahkan mesin. Akibatnya pasti saja mobil akan merasakan kerusakan andai ada di antara komponennya yang digigit oleh tikus ini.

Belum lagi andai mereka menetap di bawah kap mobil, terdapat bau tak sedap dari kotoran tikus yang bersarang di mesin ketika AC mobil dinyalakan.

Untuk mencegahnya Anda kerjakan dengan mencoba sejumlah cara. Dimulai dengan membasuh bersih mobil, sampai kolong dan kap mesin. Letakan kapur barus di sejumlah bagian mesin, tempatkan dengan teknik menggantungnya. Beri bau tak sedap bikin tikus laksana pembasmi hama, wewangian peppermint, dan lain-lain.

Tidak hanya tikus, hewan kecil lain laksana semut, atau kutu yang bisa merusak komponen kelistrikan pun berpotensi masuk lebih besar, guna mencegahnya tidak tak sempat untuk mencuci sisa makanan dan minuman di dalam kabin kendaraan. Caranya bisa dengan di vacuum atau dilap dengan kain lembab.

Hal beda yang mesti diperjatikan menurut keterangan dari Mitsubishi ialah isi sarat tangki bahan bakar. Tujuannya ialah agar tidak ada saldo ruang udara di tangki kendaraan yang dapat menyebabkan embun atau kondensasi yang nantinya berdampak pada penurunan kualitas bahan bakar, contohnya bensin menjadi basi.

Dampaknya bisa menyumbat injector (pada mobil injeksi), atau lebih parahnya lagi residu yang mengendap di dasar tangki menjadi penyebab kebocoran tangki sebab residu memunculkan karat. Tentunya urusan ini akan menciptakan kinerja mesin menjadi terganggu.

Terakhir cek ban kembali. Mobil yang tidak dipedulikan diam dalam masa-masa lama, maka desakan angin akan berkurang dan menyebabkannya rata sebelah atau flat spot. Jika telah begini maka kehancuran di kaki-kaki dapat juga menjalar ke bearing roda, sebab beban melulu bertumpu pada satu titik.

Jika pun hendak memarkirkan dalam masa-masa panjang, usahakan isi dengan desakan angin maksimal.

Sumber : https://dribbble.com/sevamobilbekas/about