Metode Modern dalam Penilaian Prestasi Karyawan

Metode Modern dalam Penilaian Prestasi Karyawan

Metode Modern dalam Penilaian Prestasi Karyawan

Metode Modern dalam Penilaian Prestasi Karyawan

Metode ini merupakan perkembangan dari metode tradisional dalam menilai prestasi karayawan. Yang termasuk ke dalam metode modem ini adalah:

a. Assesment Centre 

Metode ini biasanya dilakukan dengan pembentukan tim penilai khusus. Tim penilai khusus ini bisa dari luar, dari dalam maupun kombinasi dari luar dan dari dalam. Pembentukan tim ini harus lebih baik, sehingga penilaiannya lebih obyektif dan indeks prestasi yang diperoleh sesuai dengan fakta atau kenyataan dari setiap individu karyawan yang dinilai. Cara penilaian tim dilakukan dengan wawancara, permainan bisnis dan lain-lainnya. Nilai indeks prestasi setiap karyawan adalah rata-rata bobot dari tim penilai itu. Indeks prestasi dengan cara ini diharapkan akan lebih baik, obyektif karena dilakukan oleh beberapa orang anggota tim.
Dengan indeks prestasi inilah ditetapkan kebijaksanaan selanjutnya terhadap setiap individu karyawan seperti promosi, demosi/mutasi, pemindahan, pemberhentian, dan lain sebagainya.
Metode Assesment center ini diharapkan akan memberikan kepuasan yang lebih baik bagi karyawan dan penetapan kebijaksanaan yang paling tepat dari perusahaan itu.
 
b. Management by Objective (MBO = .MBS) 
Dalam metode ini karyawan langsung diikutsertakan dalam perumusan dan pemutusan persoalan dengan memperhatikan kemampuan bawahan dalam menentukan sasarannya masing-masing yang ditekankan pada pencapaian
Ciri-ciri MBO atau MBS adalah: 
– Adanya interaksi antara atasan dengan bawahan secara langsung
– Atasan bersama-sama dengan bawahan menentukan sasaran dan !criteria pekeijaannya.
– Menekankan pada masa sekarang dan masa yang akan dating
– Menekankan pada basil yang hendak dicapai
Kelemahan MBO atau MBS adalah: 
– Pendekatan melalui MBO sangat individualistis untuk menetapkan tujuan dan kerjasama dalam penilainnya.
– Jika penetapan sasaran tidak hati-hati bisa mengakibatkan sasaran yang satu akan menghambat sasaran yang lainnya.
– Sulitnya menetapkan sasaran yang mempunyai tingkat kesulitan yang sama.
 
c. Human Asset Accounting 

Dalam metode ini faktor pekerja dinilai sebagai individu modal jangka panjang sehingga sumber tenaga kerja dinilai dengan cara membandingkan terhadap variable-variabel yang dapat mempengaruhi keberhasilan perusahaan itu. Jika biaya untuk tenaga kerja meningkat mengakibatkan laba pun meningkat. Maka peningkatan tenaga kerja tersebut telah berhasil (Hasibuan, 1997, p108-112).


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/

Posted on: May 15, 2020, by :