August 9, 2020
Perkembangan kehidupan pribadi, pendidikan, karir dan kehidupan

Perkembangan kehidupan pribadi, pendidikan, karir dan kehidupan

Perkembangan kehidupan pribadi, pendidikan, karir dan kehidupan

Perkembangan kehidupan pribadi, pendidikan, karir dan kehidupan

  1. Perkembangan kehidupn pribadi sebagai individu

Kehdupan pribadi sukar untuk dirumuskan karena sangat kompleks dan unik. Pada hakikatnya manusia merupakan pribadi yang utuh dan memiliki sifat sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek  seperti aspek emosional, sosio-psikologi dan sosial budaya, dan kemampuan intelektual yang terpadu secara integratif dengan faktor lingkungan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi  perkembangan pribadi yaitu lingkungan, faktor bakat, pendidikan status sosial ekonomi, filsafat hidup, kepedulian terhadap kesehatan. Upaya pengembangan proses pertumbuhan dan perkembangan kehidupan pribadi seperti hidup sehat dan teratur, mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari, hidup bermasyarakt dalam melakukan pergaulan dengan sesama, cara pemecahan maslah yang dihadapi, mengiukti aturan kehidupan keluarga, melakuakn peran dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.

  1. Perkembangan kehidupan pendidikan dan karier

Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang hidupnya. Baik dijalur pendidikan sekolah yang baik yang dialami oleh remaja sebagai peserta didik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, atau kehidupn bermasyarakat. Masing-masing lingkungan kehidupan pendidikan tidak selalu sama dasar dan tujuannya. Oleh karena itu remaja ditantang untuk mampu mengatasi problema keanekaragaman tersebut dan mampu menempatkan dirinya dengan tepat dan harmonis pada lingkungan pendidikan keluarga,masyarakat, sekolah. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kehidupan pendidikan dan karier yaitu faktor sosial pendidikan,  faktor lingkungan, dan faktor pandangan hidup.

Sikap remaja terhadap pendidikan sekolah banyak diwarnai oleh karakteristik guru yang mengajarnya. Guru yang baik “baik”  dimata para siswa tidak hanya tergantung kepada keadaan guru itu sendiri, melainkan tergantung pada banyak faktor. Guru yang baik itu adalah guru yang akrab dengan siswanya dan menolong siswa dalam pelajaran. Berhubungan kehidupan pendidikan merupakan bagian awal dari kehidupan karier, maka dengan perbedaan kehidupan pendidikan tersebut konsekuensinya akan membawa perbedaan individual di dalam kehidupan kariernya. Kehidupan karier seseorang juga berbeda-beda.Dalam arti sempit, pendidikan merupakan persiapan menuju suatu karier, sedangkan dalam arti luas pendidikan itu merupakan bagian dari proses perkembangan karier remaja. Remaja, yang dilihat dari segi usia mencakup 12-21 tahun, menurut Ginzberg (Alexander, dkk., 1980) perkembangan kariernya telah sampai pada periode pilihan tentatif  dan sebagian berada pada periode pilihan realistis, sedangkan menurut super (Alexander, dkk., 1980) perkembangan karier anak remaja itu berbeda pada tahap eksplorasi, terutama sub tahap tentatif dan sebagian dari subtahap transisi. Melihat bahwa dua teori yang dikemukakan oleh dua penulis itu hampir sama, maka disini akan di uraikan salah satu di antaranya, yaitu teori yang dikemukakan oleh Ginzerberg.

  1. Perkembangan Remaja Berkenan dengan Kehidupan Berkeluarga

Perkembangan remaja dalam hubungannya dengan persiapan mereka untuk memasuki kehidupan baru, yaitu kehidupan berkeluarga. Sebagaimana telah di uraikan di depan bahwa secara biologis pertumbuhan remaja telah mencapai kematangan seksual, yang berarti bahwa secara biologis remaja telah siap melakukan fungsi produksi. Kematangan fungsi seksual tersebut berpengaruh  terhadap dorongan seksual remaja dan telah mulai tertarik kepada lawa jenis. Berkenan dengan upaya untuk menetapkan pilihan pasangan hidup, perkembangan sosial psikologis remaja ditandai dengan upaya menarik lawan jenis dengan berbagai cara yang ditunjukkan dalam bentuk perilaku

  1. Implikasi Tugas-Tugas Perkembangan Remaja dalam Penyelenggaraan Pendidikan

Memperhatikan banyaknya faktor kehidupan yang berada di lingkungan remaja, maka pemikiran tentang penyelenggaran pendidikan juga harus memperhatikan faktor-faktor tersebut. Sekalipun dalam penyelenggaran pendidikan yang diakui bahwa tidak mungkin memenuhi tuntutan dan harapan seluruh faktor yang berlaku tersebut. Pendidikan yang berlaku di Indonesia, baik pendidikan yang diselenggarakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah, pada umumnya diselenggarakan dalam bentuk klasikal. Penyelenggaran pendidikan klasikal ini berarti memberlakukan sama semua tindakan pendidikan kepada semua remaja yang tergabung di dalam kelas, sekalipun masing-masing di antara mereka sangat berbeda-beda. Pengakuan terhadap kemampuan setiap pribadi yang beraneka ragam itu menjadi kurang. Oleh karena itu, yang harus mendapatkan perhatian di dalam penyelenggaran pendidikan adalah sifat-sifat dan kebutuhan umum remaja, seperti pengakuan akan kemampuannya, ingin untuk mendapatkan kepercayaan, kebebasan dan semcamnya.


Sumber:

https://penirumherbal.co.id/ideologi/