Perbankan makin Digital demi Milenial

Perbankan makin Digital demi Milenial

Perbankan makin Digital demi Milenial

Perbankan makin Digital demi Milenial
Perbankan makin Digital demi Milenial

BERAPA banyak waktu sehari kamu habiskan di depan layar ponsel, komputer, ataupun gawai lain yang terkoneksi internet? Sering melewatkan percakapan tatap muka karena teralihkan ponsel? Percayalah, kamu tidak sendiri! Menurut psikolog Ratih Ibrahim di Wealth Wisdom yang digelar Permata Bank, karakteristik itu lazim pada generasi milenial yang berusia 18-29 tahun dan sangat terpapar gawai.

Karakteristik ini pun disadari industri perbankan. Mereka terus berinovasi agar layanan perbankan dengan teknologi digital dan sistem pembayaran yang cashless agar mampu menarik perhatian generasi muda. Salah satu inovasi yang dilakukan Bank Commmonwealth menarik ge­nerasi milenial ialah proses membuka rekening baru yang cepat. Umumnya proses membuka rekening bisa mencapai 1 jam, dari mengisi formulir, fotokopi data, pencetakan kartu ATM, dan verifikasi oleh petugas. Ketika buku rekening sudah jadi, kartu ATM yang diberikan biasanya belum aktif, tidak bisa langsung digunakan. Belum lagi untuk mendaftar SMS banking, internet banking, ataupun mobile banking harus ke kantor cabang.

Proses yang panjang itu, diakui Margaretha, karyawan swasta di Jakarta, membuat lelah banyak orang. “Saya biasanya harus terencana ke bank mau ngapain aja,” ujarnya. Jika ke bank, dia lebih memilih melakukan beberapa urusan sekaligus. Pernah ia memanfaatkan waktu makan siangnya ke bank, namun membatalkannya karena menemukan antrean yang terlampau panjang.

Kendala itu membuat anak perusahaan Commonwealth Bank Australia itu menghadirkan terobosan Tyme Digital, mesin pembuatan rekening baru dalam waktu 10 menit. Dalam waktu itu, nasabah langsung mendapatkan rekening baru, kartu ATM, SMS notifikasi, internet, dan mobile banking. Semuanya serbadigital, tanpa buku tabungan. Secara berkala, nasabah akan mendapatkan e-statement jadi pencetakan buku tabungan.

“Ini jawaban dari riset kami beberapa bulan soal kenapa generasi milenial

kok males bikin rekening,” ujar Presiden Direktur Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati dalam peluncuran Tyme Digital, di Jakarta, Rabu (2/8). Calon nasabah cukup membawa KTP-E dan NPWP. Perangkat ini juga dilengkapi pemindai kartu dan sidik jari. Bagi yang belum memiliki KTP-E, pengisian data KTP bisa dilakukan secara manual. Sayangnya setoran awal sebesar Rp500 ribu harus menggunakan kartu debit dari bank lain. Sehingga bagi calon nasabah yang belum memiliki rekening di bank lain, harus meminjam ke orang lain.

Ke depan, Tyme Digital bisa digunakan sebagai one stop service

untuk berbagai layanan perbankan. Karena kecepatan layanan ini, Bank Commonwealth memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) dan dunia sebagai platform pembukaan rekening pertama di Indonesia yang dilakukan secara digital end to end dalam waktu 10 menit.

Tyme Digital sejak Mei ini telah diuji coba. Ada tiga mesin dipasang

di kantor cabang Bank Commonwealth, sedangkan 15 mesin dipasang di ruang-ruang publik seperti pusat perbelanjaan, restoran. Sejauh ini, lebih dari 500 rekening baru telah dibuat menggunakan Tyme Digital. Head of Corporate Strategy & Digital Solutions Bank Commonwealth Rian Kaslan mengungkap riset pengembangan Tyme Digital yang menghabiskan dana US$5juta itu dilakukan selama tiga tahun di luar negeri dan setahun di Indonesia.

 

sumber :

https://aziritt.net/pick-me-up-apk/

Posted on: April 8, 2020, by :