Praktik Visual Storytelling Bermodalkan Ponsel

Praktik Visual Storytelling Bermodalkan Ponsel

Praktik Visual Storytelling Bermodalkan Ponsel

Praktik Visual Storytelling Bermodalkan Ponsel
Praktik Visual Storytelling Bermodalkan Ponsel

DI era digital seperti saat ini, informasi yang bertebaran bukan hanya dalam bentuk teks dan foto, melainkan juga melalui video. Bahkan, salah satu media sosial terpopuler di kalangan anak muda, Instagram, sejak Juni 2018 merilis IGTV untuk memberi keleluasaan penggunanya membuat konten dalam bentuk video panjang layaknya media sosial lain, seperti Youtube dan Facebook. Selain itu, minat menonton film orang Indonesia yang tinggi mendorong generasi muda membuat konten untuk media sosial mereka layaknya tayangan film yang mereka tonton.

Karena itu, Samsung merilis Galaxy Movie Studio, sebuah platform persembahan Samsung Electronics Indonesia dalam mendukung dan meningkatkan kemampuan pengguna dari membuat konten video biasa menjadi konten video seperti film yang dibantu smartphone Samsung Galaxy.

Tidak hanya itu, Samsung juga membuat serangkaian kegiatan untuk menunjang penggunanya memproduksi film melalui Ga­laxy Movie Studio, dari online class yang bisa diakses melalui kanal Youtube Samsung Indonesia hingga offline class bersama pakar di bidang videografi, seperti Yandy Laurens, Sammaria Sari Simanjuntak, dan Joko Anwar.

Bersamaan dengan consumer launch Galaxy S20, Joko Anwar,

sutradara dan penulis film Indonesia yang karyanya diakui di dalam negeri dan internasional, memberi materi mengenai visual storytelling di Central Park Mall, Jumat (6/3). “Melihat tingginya minat masyarakat Indonesia dalam menikmati film serta keinginan untuk membuat konten video story, Galaxy Movie Studio dapat membantu mereka memaksimalkan smartphone Galaxy untuk membuat film pertama mereka, salah satunya dengan Galaxy S20 yang punya fitur, seperti single shot, ultrawide, perekaman 8k video, live focus, dan super steady 2.0 untuk memaksimalkan pengambilan footage-footage. Melalui offline class ini pula, kita dapat berkesempatan berdiskusi langsung dengan para movie enthusiast serta berbagi tips dan trik untuk membuat film berkualitas,” ujar Joko.

Sutradara film Perempuan dari Tanah Jahanam itu turut berbagi tips dan trik

, serta informasi teknis pengambilan gambar yang menarik dan bercerita dengan memaksimalkan ponsel. Bahkan, ia membocorkan bahwa salah satu karya filmnya, Kala, sebagian pengambilan gambarnya hanya menggunakan ponsel.

Joko menambahkan, untuk memulai konten video layaknya film, penting

untuk memperhatikan hal-hal mendasar. Menurutnya, langkah awal ialah me­nguasai director treatment yang merupakan pedoman bagi sutradara dalam mendeskripsikan sebuah film, yang terdiri atas camera movement, type of shot, angle camera, serta story telling agar dapat mengomunikasikan skenario dalam bentuk visual kepada semua kru yang terlibat. Itu bisa diwujudkan melalui teknik visual storytelling yang berfokus pada berbagai tipe pengambilan gambar, pembelahan shoot yang baik, serta pemilihan warna yang merupakan faktor-faktor dasar dalam pembuatan sebuah film. “Semua itu dapat diwujudkan hanya dengan berbekal smartphone, asalkan kita pintar memaksimalkan beragam fitur-fitur dalam smartphone kita, salah satunya seperti melalui Galaxy S20,” ucapnya. (Bry/M-2)

 

sumber :

https://apkmod.co.id/

Posted on: April 3, 2020, by :