September 25, 2020
Model Formal

Model Formal

Table of Contents

Model Formal

Model Formal
Model Formal

Model metode formal mencakup sekumpulan aktivitas yang membawa kepada spesifikasi matematis perangkat lunak komputer. Metode formal memungkinkan perekayasa perangkat lunak untuk mengkhususkan, mengembangkan, dan memverifikasi system berbasis computer dengan menggunakan notasi matematis yang tepat. Variasi didalam pendekatan ini, disebut juga clean-room rekayasa perangkat lunak, sedang diaplikasikan oleh banyak organisasi pengembang perangkat lunak.

Bila metode formal dipakai selama masa pengembangan, metode itu memberika mekanisme untuk mengeliminasi banyak masalah yang sulit dipecahkan dengan menggunakan paradigma perangkat lunak yang lain. Ambiguitas, ketidaklengkapan, dan ketidak-konsistenan bisa ditemukan dan diperbaiki secara lebih mudah, tidak melalui kajian ad hoc tetapi melalui aplikasi analisis matematis. Jika metode formal dipakai selama masa perancangan, mereka berfungsi sebagai dasar verifikasi program sehingga memungkinkan perekayasa perangkat lunak untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan yang mungkin saja tidak terdeteksi.

Meskipun belum menjadi pendekatan utama, model metode formal sudah menawarkan janji perangkat lunak yang bebas cacat/kesalahan, tetapi perhatian tentang kemampuan aplikasinya didalam lingkungan bisnis sudah mulai disuarakan:

1. Pengembangan model formal banyak memakan waktu dan mahal.

2. Karena beberapa pengembang perangkat lunak perlu mempunyai latar belakang yang diperlukan untuk mengaplikasikan metode formal, maka diperlukan pelatihan yang ekstensif.

3. Sulit untuk menggunakan model – model sebagai sebuah mekanisme komunikasi bagi pemakai yang secara teknik belum canggih.

Meskipun demikian, sepertinya metode formal ini akan memperoleh banyak penganut diantara pengembang perangkat lunak yang harus membangun perangkat lunak yang kritis untuk keselamatan (misalnya pengembang perangkat medis dan penerbangan pesawat), serta diantara pengembang yang harus menderita karena factor ekonomis yang harus dialami oeh perangkat lunak.

Produk dan Proses

Bila proses lemah maka tidak diragukan lagi hasilnya juga akan buruk. Tetapi ketergantungan yang obsessive pada proses juga berbahaya. Secara singkat Margaret David mengomentari dualitas hasil dan proses sebagai berikut :

Sekitar setiap sepuluh tahun lebih atau kurang dari lima, komunitas perangkat lunak kembali mendefinisikan “masalah” dengan menggeser fokusnya dari isu produk ke isu proses. Demikianlah, kita telah mempergunakan bahasa program terstruktur (produk) diikuti dengan metode analisis terstruktur (proses) diikuti dengan enkapsulasi data (produk) diikuti dengan penekanan pada rekayasa perangkat lunak Institute’s Software Development Capability Maturity Model (proses).

Sementara tendensi natural dari pendulum adalah kembali lagi ke titik tengah diantara dua titik ujung, focus komunitas perangkat lunak bergeser secara konstan karena gaya baru diaplikasikan ketika ayunan yang terdahulu gagal. Ayunan – ayunan tersebut menjadi pengganggu di antara mereka sendiri karena mereka meragukan pelaksana perangkat lunak rata – rata dengan mengubah secara radikal apa artinya melakukan pekerjaan. Belum lagi untuk melakukannya dengan baik. Ayunan itu juga akan memecahkan “masalah”, karena gagal selama produk dan proses diperlakukan seperti membentuk sebuah dikotomi dan bukan dualitas.

Semua kegiatan manusia bisa menjadi proses, tetapi masing – masing dari kita menarik diri dari kegiatan – kegiatan yang menghasilkan representasi atau contoh yang dapat dipergunakan atau dihargai oleh satu orang atau lebih tersebut, yaitu bahwa kita tidak merasa puas terhadap penggunaan kembali produk kita oleh kita sendiri atau orang lain.

Kerja masyarakat perangkat lunak akan berubah didalam tahun ini dan yang akan dating. Dualitas produk dan proses merupakan elemen penting didalam menjaga manusia – manusia kreatif agar terjalin sementara rekayasa pemrograman dan perangkat lunak diselesaikan.

Sumber : https://cialis.id/