December 2, 2020
LG Optimus 3D, Pionir No.1 Smartphone 3D

LG Optimus 3D, Pionir No.1 Smartphone 3D

LG Optimus 3D, Pionir No.1 Smartphone 3D

LG Optimus 3D, Pionir No.1 Smartphone 3D
LG Optimus 3D, Pionir No.1 Smartphone 3D

Seperti kita ketahui bawha belum lama ini teknologi 3D (Tiga Dimensi) sudah banyak kita jumpai pada perangkat elektronik seperti TV, Tablet PC hingga Smartphone (ponsel pintar). Bila berbicara teknologi 3D di ponsel pintar maka LG lah pionir pertama kali yang me-implementasikan dunia 3D kedalam smartphone. Mereka menciptakannya pada perangkat smartphone dengan nama LG Optimus 3D. Sebenarnya LG telah merilis Optimus 3D sejak bulan Agustus lalu yang sudah tersedia dipasar di negara Singapur, sedangkan untuk di Indonesia baru saja di penghujung bulan Oktober ini. Salah satu promo yang menarik adalah LG memberikan potongan harga bagi pembeli yang melakukan pembelian selama dua hari berturut-turut disebuah Mal besar di Jakarta Barat.

Spesifikasi:
– CPU Dual-core 1GHz ARM Cortex-A9 processor, PowerVR SGX540 GPU, TI OMAP4430 chipset
– Dimensi 128.8 x 68 x 11.9 mm
– Berat 168 g
– Layar 3D LCD capacitive touchscreen, 16M colors
– Ukuran layar 480 x 800 pixels, 4.3 inches
– Layar kaca: Gorilla Glass
– Memori internal 8 GB storage, 512 MB RAM
– Memori external microSD, up to 32GB
– Koneksi data GPRS, EDGE, 3G, WiFi, Bluetooth, MicroUSB
– Kamera Dual 5 MP, 2592?1944 pixels, autofocus, LED flash
– Fitur kamera: Stereoscopic photos & videos; geo-tafging
– Kamera depan: Ya
– OS Android OS, v2.2 (Froyo)
– LG 3D UI
– GPS
– Baterai Li-Ion 1500 mAh
Kelengkapan:
– Handset
– Baterai Li-Ion 1500 mAh
– Kabel Data Micro USB
– Adaptor Charger
– Earphone
– Kabel HDMI
– Cover

Teknologi 3D
Ponsel pintar yang telah mengusung teknologi 3D saat ini baru hanya LG Optimus 3D dan HTC Evo 3D. Mungkin dalam waktu mendatang akan muncul vendor-vendor lainnya menyusul menerapkan teknologi 3D kedalam produk-produk elektroniknya. Teknologi 3D yang disamatkan kedalam smartphone menggunakan teknologi Auto Stereoscopy yang mana kita dalam melihat tampilan 3D tanpa harus menggunakan kacamata khusus tiga dimensi, ya betul kita dapat melihat efek 3D dengan mata telanjang kita. Pada dasarnya konsep Stereoscopy adalah menampilkan dua gambar bertumpukkan menjadi satu didalam satu objek. Bila kita melihat kebelakang teknologi 3D sudah dimulai ada pada abad ke-19, ketika Sir Charles Wheatstone menggambarkan proses stereopsis: “pikiran merasakan obyek tiga-dimensi dengan menggunakan dua gambar berbeda diproyeksikan pada kedua retina”.

Baca Juga :