September 25, 2020

MAU DEDDY CORBUZIER UDAH SUNAT ATAU BELUM, YANG JELAS SUNAT USIA DEWASA ITU AMAN

MAU DEDDY CORBUZIER UDAH SUNAT ATAU BELUM, YANG JELAS SUNAT USIA DEWASA ITU AMAN

Sunat di umur dewasa mendadak menjadi pertanyaan yang sering keluar belakangan ini, cuma karena Deddy Corbuzier masuk Islam. Eh, tetapi aman nggak sih?

Ketika Deddy Corbuzier masuk Islam, tersedia saja pertanyaan-pertanyaan lucu di sarana sosial. Salah satunya ini: Deddy Corbuzier udah sunat belum ya? Ini tentu pertanyaan yang agak gimana gitu sih. Meski perkara sunat udah bukan kembali masuk terhadap ranah agama doang, tetapi selamanya saja tersedia orang yang gatel kepingin tahu.

Ya maklum sih, di dalam agama Islam misalnya, sunat sebenarnya diwajibkan. Kalau nggak disunat, seseorang dikhawatirkan dapat nggak sah terkecuali ibadah. Lah kenapa emang? Soalnya di tititnya itu masih tersedia kotoran yang tersimpan di di dalam “bungkus” kulit. Nah, kotoran itu lah yang bikin orang menjadi nggak di dalam kondisi suci kala ibadah.

Makanya ya walaupun pertanyaan untuk Deddy Corbuzier itu nyeleneh, ya nggak salah juga sih orang penasaran dapat hal itu.

Tapi, terlepas apakah Deddy Corbuzier udah sunat atau belum. Ada baiknya, anda juga menyadari terkecuali bersama pertumbuhan teknologi kedokteran yang sekarang, sunat di umur dewasa itu udah aman untuk dilakukan.

Beberapa hal yang dikhawatirkan itu sebenarnya masih di dalam step yang lumrah-lumrah saja. Seperti misalnya, makin lama muda seseorang sunat, maka makin lama cepat juga proses penyembuhannya. Dengan begitu maka dapat disimpulkan bahwa orang dewasa seusia Deddy Corbuzer—misalnya—ya dapat menjadi makin lama lama proses sembuhnya.

Bahkan di dalam proses “operasi kecil” kayak sunat gitu, anak kecil jauh lebih cepat. Paling kelar 5-10 menit doang. Sedangkan orang dewasa dapat sampai 1 jam. Hm, dapat menjadi ini berjalan karena daerah operasinya lebih besar dan kulitnya udah tebal.

Jadi, secara general sih, ya aman-aman saja. Cuma masa penyempuhannya aja kok yang lebih lama. Ya kan cukup dapat izin nggak masuk kerja atau kuliah selama seminggu.

Meski aman-aman aja, sunat di sementara dewasa juga selamanya saja punyai risiko yang lebih besar. Ya iya dong, anak kecil kan jarang banget yang punyai penyakit darah tinggi, diabetes, atau penyakit-penyakit infeksi lainnya, menjadi lebih aman mengoperasi mereka. Ini menyadari nggak serupa bersama orang dewasa, yang punyai risiko penyakit kayak gitu lebih besar.

Sekarang situ bayangin, orang terkecuali punyai diabetes. Apa iya sangat mungkin untuk melaksanakan operasi? Risikonya besar sekali, Bung. Bukannya dapat kebersihan dan kesehatan, malah kena pembengkakan yang lebih dahsyat lagi.

Makanya itu, prosedur operasi kecil sunat ke orang dewasa itu pengecekannya dapat lebih rumit. Dicek pernah tekanan darahnya, dicek pernah persentase gulanya, punyai riwayat penyakit beresiko atau nggak. Ya prosedur normal untuk segala macam operasi sih sebenarnya. Cuma karena ini urusannya titit, ya menjadi agak gimana gitu emang kesannya.

Terlepas dari itu, sunat di umur dewasa sebenarnya selamanya wajib dilakukan. Ketimbang cerita-cerita tragedi akibat sunat dewasa, di sekeliling kita justru lebih banyak cerita lucu sementara sunat dewasa dilakukan.

Nggak wajib sampai seusia bersama Deddy Corbuzier deh, kayak seumpama seorang kawan yang sunat di umur SMA, si dokter dapat lumrah aja kasih selentingan-selentingan menggelitik, kayak misalnya:

“Mas, besok kembali terkecuali sunat, rambutnya dipotong pernah ya?”

Ya kali rela sunat lagi. Sunat kan juga cuma sekali, Dok. Gimana seh?

Akan tetapi meski terkesan guyonan, ternyata tersedia alasan spesifik kenapa Dokter meminta si pasien memotong pernah bulu kemaluannya. Katanya, biar sementara jahit usai operasi si dokter dapat lebih lelulasa. Ealah, kirain takut benang jahitnya ketuker, Dok.

Hal ini juga dapat menjadi tips bikin anda yang kala membaca postingan ini belum sunat. Ingat ya, dipotong pernah itu terkecuali besok rela sunat besok. Ngrepotin tauk!

Tapi lebih daripada itu, berdasar dari Info seorang kawan yang sunat di umur SMA. Persoalan terbesar mereka yang sunat di umur dewasa adalah soal mental. Terutama terkecuali teman-temannya baru menyadari terkecuali si pasien ini baru sunat.

Yakin sudah, sakitnya habis sunat itu nggak tersedia apa-apanya ketimbang dibully satu sekolah. Oalah, sakit betul itu rasanya. Jauh lebih sakit ketimbang sakitnya sunat.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :