September 30, 2020
Ini Penyebab Runtuhnya First Media dan Bolt

Ini Penyebab Runtuhnya First Media dan Bolt

Ini Penyebab Runtuhnya First Media dan Bolt

Ini Penyebab Runtuhnya First Media dan Bolt
Ini Penyebab Runtuhnya First Media dan Bolt

Mulai Jumat (28/12/2018), Kementerian Komunikasi dan Informatika

(Kominfo) resmi mencabut Izin Penggunaan Frekuensi Radio (IPFR) 2,3 GHz yang digunakan PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux Tbk (Bolt). Sejak saat itu, Bolt dan First Media dinyatakan tutup dan tidak dapat beroperasi lagi.

Kominfo mencabut izin frekuensi Bolt dan First Media dikarenakan kedua perusahaan tersebut belum melunasi tunggakan hutang ijin penggunaan frekuensi 2,3 GHz. Total hutang dan denda yang harus dibayar PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) mencapai Rp 708,4 miliar dengan batas waktu hingga 17 November 2018 lalu. Namun hingga dicabutnya ijin frekuensi tersebut, Bolt dan First Media belum melunasi tunggakan tersebut.

First Media memiliki tunggakan pokok dan denda sebesar Rp 364 miliar.

Sementara Bolt memiliki total hutang senilai Rp 343 miliar.

Seperti dikabarkan Selular.ID, sebelumnya, First Media menunggak BHP frekuensi pada tahun 2016 dan 2017 untuk Zona 1 dan 4 yang mencakup wilayah Sumatera bagian utara, Jabodetabek, dan Banten. Sedangkan Bolt juga belum membayar BHP frekuensi 2,3 GHz selama dua tahun terakhir pada wilayah operasi di Zona 4, yaitu Jabodetabek dan Banten.

“Keputusan Kominfo ini murni karena First Media dan Bolt tidak bisa

memenuhi kewajiban administrasi. Bolt dan First Media sudah tidak bisa menggunakan frekuensi tersebut. Pencabutan frekuensi ini tidak menghilangkan kewajiban hutang yang harus dibayar Bolt dan First Media. Bolt dan First Media harus segera membayarkan kewajiban dan pengembalian hak pelanggan,” ujar Ismail, Dirjen SDPPI Kemkominfo kepada Selular.ID di kantor Kominfo, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Sebelumnya,Kominfo memberikan batas waktu pelunasan hutang Bolt dan First Media pada 17 November 2018 lalu. Namun, kedua perusahaan tersebut mengajukan proposal perdamaian pada Senin (19/11/3018). Hingga sebulan lebih sampai Desember ini, Bolt dan First Media belum melunasi hutangnya kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

 

Sumber :

https://www.giantbomb.com/profile/danuaji88/blog/titanium-backup-pro/144598/