September 30, 2020
BMKG Jelaskan Hubungan Gempa Sleman Sebelum Merapi Meletus

BMKG Jelaskan Hubungan Gempa Sleman Sebelum Merapi Meletus

BMKG Jelaskan Hubungan Gempa Sleman Sebelum Merapi Meletus

 

BMKG Jelaskan Hubungan Gempa Sleman Sebelum Merapi Meletus
BMKG Jelaskan Hubungan Gempa Sleman Sebelum Merapi Meletus

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menyebut ada hubungan antara gempa

yang terjadi di Sleman dengan Sebelumnya, BMKG mencatat terjadi gempa di Sleman, Yogyakarta, pada pukul 02.54 WIB, Sabtu (16/11).

Gempa di Sleman ini tak terlalu besar, magnitudo 2,7 dengan pusat di sekitar Gunung Merapi. Tercatat episenter gempa terletak 10 kilometer di selatan puncak Merapi pada koordinat 7,63 LS dan 110,47 BT pada kedalaman 6 km. Sehingga, episenter gempa ini memang sangat dekat dengan puncak Merapi.

“Aktivitas peningkatan vulkanisme memang sensitif dengan guncangan gempa tektonik,” jelas Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (17/11).
Lihat juga:Gunung Merapi Meletus, Tinggi Kolom 1.000 Meter

Sehingga, menurut Daryono secara tektovolkanik aktivitas tektonik memang

dapat meningkatkan aktivitas vulkanisme. Namun, tak semua aktivitas tektonik bisa meningkatkan vulkanisme.

Hanya kondisi gunung yang sedang aktif yang bisa meletus akibat pengaruh gempa. Sebab, pada gunung yang aktif kondisi magma sedang cair dan kaya akan produksi gas. Dalam kondisi seperti ini erupsi gunung api mudah dipicu oleh gempa tektonik.

Gempa tektonik dapat meningkatkan stress-strain yang dapat memicu perubahan tekanan gas di kantong magma sehingga terjadi akumulasi gas, yang kemudian memicu terjadinya erupsi. Namun demikian perlu ada kajian empiris utk membuktikan kaitan ini.

Daryono menyebut peristiwa gempa yang disusul dengan letusan Gunung Merapi

ini mirip dengan erupsi Merapi pada 14 Oktober 2019. Saat itu, letusan juga didahului oleh serangkaian aktivitas gempa tektonik yang berpusat di sekitar Merapi.

Catatan Merapi 2001 dan 2006 menunjukkan bahwa sebelum terjadi erupsi juga didahului oleh aktivitas gempa tektonik.

Data lain yang serupa di luar negeri juga menunjukkan bahwa erupsi Gunung Unzen di Jepang dan erupsi Gunung Pinatubo pada 1990 juga dipicu oleh gempa tektonik.

Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan Merapi hari ini mengeluarkan kolom letusan hingga tinggi 1000 meter.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/