KEBOHONGAN

Table of Contents

KEBOHONGAN

Kebohongan (juga disebut kepalsuan) adalah jenis penipuan didalam wujud pengakuan yang tidak benar, terutama bersama maksud untuk menipu orang lain, seringkali bersama tekad lebih lanjut untuk menjaga rahasia atau reputasi, perasaan menjaga seseorang atau untuk menjauhi hukuman atau tolakan untuk satu tindakan. Berbohong adalah perlihatkan suatu hal yang yang memahami tidak benar atau bahwa orang tidak jujur yakini benar bersama maksud bahwa seseorang bakal membawanya untuk kebenaran. Seorang pembohong adalah orang yang berbohong, yang sebelumnya udah berbohong, atau yang cenderung oleh normalitas untuk berbohong berulang kali – apalagi ketika tidak diperlukan.

Berbohong kebanyakan digunakan untuk merujuk kepada penipuan didalam komunikasi lisan atau tertulis. Bentuk lain dari penipuan, layaknya penyamaran atau pemalsuan, kebanyakan tidak diakui sebagai kebohongan, meskipun maksud yang mendasarinya bisa saja sama. Namun, apalagi pengakuan yang sesungguhnya bisa digunakan untuk menipu. Dalam keadaan ini, itu adalah maksud yang total berbohong daripada kebenaran pengakuan dari setiap individu yang diakui kebohongan.

Berbohong adalah komunikasi bersama maksud menciptakan keyakinan palsu. Bila sebuah pengakuan benar, namun lawan bicara yakin bahwa itu adalah palsu, maka pengakuan itu tetap diakui sebagai kebohongan

Berbohong Tinjauan Islam

Dalam ilmu agama perbuatan bohong adalah keliru satu dosa-dosa hati, yaitu sebuah perbuatan beri tambahan informasi yang tidak benar, waktu ia memahami bahwa apa yang kita katakan adalah tidak benar, baik yang ditunaikan benar-benar atau bercanda.

Hanya ada dua kategori kebohongan yang tidak ditoleransi didalam Islam, yaitu berbohong mengingkari Allah SWT dan berbohong mengingkari Nabi Muhammad SAW. Selebihnya bisa ditoleransi bergantung konteksnya. Beberapa jenis kebohongan yang diijinkan didalam Islam adalah :
Menyelamatkan seseorang
Memberi pengaruh terhadap perdamaian atau rekonsiliasi konflik
Dalam keadaan melaksanakan perjalanan dimana jika jujur bakal membahayakan perjalanan.
Faktor Penyebab Berbohong, yaitu :
Faktor kepribadian, yaitu adanya pribadi-pribadi tertentu yang cenderung untuk senantiasa berbohong
Faktor konteks sosial, yaitu adanya konteks sosial tertentu yang memicu orang melaksanakan kebohongan.
Faktor kemanfaatan bagi pembohong, yaitu adanya kemanfaatan yang dicapai bagi pelaku kebohongan.
Faktor kemanfaatan bagi orang lain yaitu adanya kemanfaatan bagi orang lain.
Perlunya Berbohong
Berikut adalah faedah yang dikehendaki yang bisa saja bisa didapat dari melaksanakan kebohongan dan menjadi dikarenakan seseorang melaksanakan kebohongan. Coba Anda ingat-ingat mana yang paling sering Anda lakukan.
Melindungi kepentingan
Menguntungkan kepentingan
Menimbulkan respon emosional tertentu yang diinginkan
Melindungi dari rasa malu, kehilangan muka, atau keluar buruk
Melindungi dari ketidaksetujuan
Melindungi dari rasa terluka
Melindungi dari kekhawatiran
Melindungi dari konflik
Melindungi dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi
Membuat keluar lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat nampak tidak sama dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki
Mendapatkan keuntungan personal bagi
Membuat suatu hal lebih ringan atau lebih nyaman
Membantu beroleh informasi yang diinginkan
Membantu beroleh apa yang diinginkan
Melindungi dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta
Melindungi keamanan
Melindungi dari kehilangan standing atau posisi tertentu
Melindungi dari suatu hal yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan

Bohong dan Kehidupan Sosial
Sebelumnya penulis mohon maaf kepada Anda yang moralis dan yakin bahwa kebohongan adalah penyimpangan berat didalam hidup manusia, dikarenakan ternyata kebohongan adalah bagian dari hidup manusia sehari-hari. Bohong mirip sekali bukan momen yang luar biasa atau langka.

Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwasanya didalam seminggu seseorang melaksanakan kebohongan antara 0 atau tidak mirip sekali, hingga 46 kali kebohongan. Artinya ada orang yang melaksanakan kebohongan umumnya hingga 6 kali didalam sehari.

Penelitian itu termasuk mendapatkan bahwa masyarakat kebanyakan melaksanakan kebohongan sekurang-kurangnya 1 kali didalam satu hari interaksi bersama orang lain. Mahasiswa melaksanakan umumnya 2 kebohongan setiap hari. Mereka berbohong 1 kali didalam setiap 3 kali interaksi. Artinya sepertiga interaksi yang ditunaikan memiliki kandungan kebohongan. Luar biasa bukan?!

Tentunya ada alasan mengapa bohong secara masif dilakukan, apalagi oleh seluruh grup umur. Satu yang pasti adalah dikarenakan bohong menguntungkan, baik bagi pelakunya maupun bagi kehidupan sosial. Keuntungan bagi pelaku kebohongan benar-benar jelas, entah itu untuk keuntungan psikis maupun keuntungan material. Dalam interaksi sosial, bohong menjadi layanan bagi seseorang untuk melaksanakan manajemen kesan, mengatur emosi, dan beri tambahan bantuan sosial. Lalu apa keuntungan bagi kehidupan sosial?

Kebohongan didalam masyarakat rupa-rupanya menjaga terciptanya lingkungan sosial yang erat. Bohong merupakan perantara bagi banyak orang untuk perlihatkan bantuan sosial kepada yang lainnya. Pada waktu kesusahan, beragam basa basi perlihatkan perhatian dan keprihatinan, yang sudah pasti banyak memiliki kandungan kebohongan, diucapkan. Tidak lain untuk perlihatkan adanya saling dukung didalam masyarakat. Dan seluruh orang mahfum belaka adanya kebohongan itu.

Artikel Lainnya : blackpink members

Sejarah Kebohongan Politik di Indonesia
Seorang antropolog Unimed Prof Dr Usman Pelly, MA bicara bahwa cuma 50 prosen fakta histori Indonesia yang benar. Tidak sedikit fakta udah dikorupsi oleh penggalang koruptor histori demi melanggengkan kekuasaan sebelum akan dan pasca kemerdekaan.

Bohong Mengurangi Kecerdasan
Kebohongan adalah pencerminan Inteleq Quotion yang lebih rendah dari kepolosan yaitu tingkah laku kepribadian Emotion Quotion dan pasti saja berlawanan bersama kejujuran tingkah laku mulia cii-ciri Spiritual Quotion (SQ) terbentuk bersama baik. Kejujuaran bukan artinya wajib polos bersama mengatakan seluruh apa adanya namun jangan Bohong!, dikarenakan Kebohongan apapun basic alasannya adalah tidak baik dan tidak benar dan juga benar-benar merugikan diri sendiri, kenapa ?.

Setiap kebohongan yang kita ucapkan bakal membentuk simpul-simpul penyumbat didalam syaraf neuron penghubung Otak Neo Korteks IQ bersama Otak “God Spot” SQ (Lobus Temporal, Medula ?), sehingga bakal menambah susah untuk aktifnya Otak God Spot tersebut.

Baca Juga :

Posted on: November 26, 2019, by :