Amanah untuk Ali r.a

Table of Contents

Amanah untuk Ali r.a

Berita mengenai rencana hijrah Rasulullah saw. terdengar oleh kaum musyrikin Quraisy. Mereka pun mengumpulkan algojo-algojo terkuatnya untuk menghadang kepergian Muhammad terlihat berasal dari kota Mekah ke Medinah.

Namun, Rasulullah telah terlebih dahulu menyusun trik jitu sehingga perjalanan hijrahnya lancar. Dalam rencana berikut beliau melibatkan Ali bin Abi Thalib r.a, seorang pemuda belia yang pertama masuk Islam untuk mengecoh musuh Allah bersama tidur di peraduan Rasulullah saw.

Ia terhitung ditugaskan untuk mengembalikan barang-barang titipan masyarakat Mekah yang dipercayakan kepada Rasulullah saw. Setelah itu, ia wajib menyesuaikan hijrahnya tiga wanita yang bernama Fatimah, yaitu Fatimah Az-Zahra r.a. (putri Rasulullah saw.), Fatimah binti Asad r.a. (ibunda Ali r.a.), dan Fatimah binti Zubair r.a.

Malam harinya, semua algojo terbaik telah mengepung kediaman Rasulullah saw. Dengan beringas dan bersemangat, mereka mendobrak pintu rumah dan mendapati seseorang berselimut sedang tidur di tempat tidur Rasulullah saw.

Ketika pedang terhunus dan siap dihunjamkan, alangkah terkejutnya mereka disaat mengerti bahwa orang berselimut itu adalah Ali r.a dan bukan tujuan yang mereka cari. Mereka segera menggertak Ali r.a, “Di mana Muhammad!”

Dengan tenang Ali r.a. menjawab, “Beliau telah tidak tersedia di sini!”

Mereka marah dan geram sementara rencana yang mereka susun hancur berantakan. Satu mirip lain saling menyalahkan. Jika Allah SWT telah melindungi hamba-Nya, tidak bakal tersedia yang sanggup mencelakakannya.

Keesokan harinya, Ali r.a menjalankan amanah keduanya. la memberitakan bahwa dirinya telah ditunjuk oleh Rasulullah saw. untuk mengembalikan barang-barang titipan masyarakat Mekah. Berkumpulah orang-orang pemilik barang berikut dan mengambil alih miliknya. Setelah semua tertunaikan, selesailah amanah kedua.

Amanah ketiga adalah mengawal hijrahnya tiga orang wanita mulia. Tugas ini pun Ali r.a lakukan bersama mulus.

Dalam usianya yang belia, Ali r.a. begitu sigap dan trampil merampungkan semua amanah yang diberikan kepadanya. Bahkan, disaat ia mengerti bahwa nyawanya terancam jikalau mengambil alih Rasulullah di peraduannya, ia tetap melaksanakannya bersama ikhlas.

Sumber : Situs Biografi

Baca Juga :

Posted on: September 10, 2019, by :