Bentuk Nyata Nasionalisme

Akses Pendidikan Merata Bentuk Nyata Nasionalisme

Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Muhammad A Idris menekankan, format nyata nasionalisme dan menjaga keutuhan NKRI untuk generasi milenial ialah akses edukasi yang merata dan berkualitas.

Kata dia, legal akses edukasi untuk mendapatkan edukasi terbaik mesti diberikan, tergolong generasi muda Tidore.

“Ini bukan semata-mata soal masa mendatang perorangan tetapi wujud kongkret menyalurkan kader bangsa masuk Universitas terbaik maupun membekali kemampuan kerja yang siap bersaing,” kata Idris dalam acara dialog kebangsaan bertema Sultan Nuku dan Kedaulatan NKRI susunan Kirab Satu Negeri di Balai Kedatong Belakang Kesultanan Tidore.

Sementara itu, tema dialog sengaja dipilih Sultan Husain Alting Sjah supaya generasi mendatang terutama Milenial mengetahui posisi strategis Tidore dan berdirinya Indonesia.
“Slogan NKRI Harga Mati tidak sesuai untuk Maluku Utara, terutama Tidore Kepulauan. Sebab kami telah mati berkali-kali guna Indonesia,” ujar Sultan.

Antusiasme peserta mulai meningkat. Kobaran motivasi sejarah Tidore dikatakan Sang Sultan menjadi pendahuluan dialog kebangsaan.

“Sejak dulu Tidore sudah memberikan sepertiga distrik kerajaan tergolong Papua guna Indonesia. Bahkan mengirim pemuda Papua guna mewakili Kerajaan Tidore secara sah di momentum Sumpah Pemuda. Ini merupakan format keihlasan dan ridhonya kerajaan bergabung menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sang Sultan.

Untuk melengkapi sejarah Sultan Nuku dan keterlibatannya dalam kebebasan Indonesia, Sultan Husain meminta Perdana Menterinya guna ikut bicara. Kurang lebih tiga puluh menit Muhammad Amin Faruq mewakilinya.

Disela-sela membawakan materi, Amin Faruq sempat berulang kali meneteskan air mata saat membahas mengenai asal muasal Bendera Merah Putih. Bendera yang kini menjadi lambang kehormatan Bangsa Indonesia. “Merah darah mengairi bumi, putih kain membungkus luka,” katanya.

Menurutnya, warna merah putih adalahhasil dialog kakeknya dengan Soekarno ketika dipenjara. Sehingga Merah Putih bukan sebatas simbol kenegeraan baginya, tetapi warisan family yang pun harus dipertahankan meski nyawa taruhannya.

Setelah dialog acara dilanjutkan ziarah ke Makam Sultan Nuku, Makan Ibu Aminah penjahit kesatu bendera Merah Putih di Tidore dengan benang serabut daun nanas. Sebelum pulang di dermaga, Tim KSN menyempatkan napak tilas di Monumen Pengibaran Bendera Merah Putih kesatu serta ke Benteng Tahula. Sumber : www.pelajaran.co.id

Posted on: August 29, 2019, by :