Sanksi Penggunaan Bahasa di Ruang Publik Akan Diatur Perda

Sanksi Penggunaan Bahasa di Ruang Publik Akan Diatur Perda

Sanksi Penggunaan Bahasa di Ruang Publik Akan Diatur Perda

Sanksi Penggunaan Bahasa di Ruang Publik Akan Diatur Perda
Sanksi Penggunaan Bahasa di Ruang Publik Akan Diatur Perda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Efffendy, mengatakan,

bahasa Indonesia adalah identitas bangsa yang wajib dijunjung dan diutamakan, sebagaimana amanat Sumpah Pemuda 1928. Muhadjir menyebutkan, sebetulnya landasan hukum untuk pengunaan bahasa Indonesia telah diatur oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Namun, di situ tidak disebutkan sanksi dan denda khusus terhadap pelanggaran bahasa. Menurutnya, sanksi akan diatur oleh peraturan daerah (perda).

“Sebetulnya landasan hukumnya sudah kuat. Kita punya UU Nomor 24 tahun 2009, tapi penegak hukum di lapangan butuh aturan turunan. Saya kira berupa perda sehingga masing-masing daerah bisa menjalankan amanah Undang-Undang,” kata Muhadjir pada Kongres Bahasa Indonesia XI yang bertemakan “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia” di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (28/10) petang.

Menurut Muhadjir, dengan adanya aturan turunan tersebut, pemerintah daerah (pemda

) dapat menegakkan aturan berupa larangan menggunakan nama-nama dengan bahasa asing di ranah publik. Misalnya, pembangunan gedung atau pemukiman baru. Pasalnya, sebelum melakukan pembangunan, pengusaha selalu minta izin kepada pemda.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memang terus berupaya mengawal pemartabatan bahasa negara di berbagai ranah kehidupan. Selain ranah publik, komitmen memperkenalkan bahasa Indonesia terus berkembang termasuk kepada negara lain. Muhadjir mengatakan, pemerintah terus mendorong penggunaan bahasa Indonesia di negara lain melalui sejumlah program. Salah satunya, mengirim duta bahasa Indonesia ke beberapa negara melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Sedangkan untuk generasi muda, Muhadjir menyebutkan, peran guru Bahasa Indonesia

sangat penting. Para guru Bahasa Indonesia diwajibkan untuk mampu menguasai tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, daerah, dan asing.

“Para guru ini saya minta untuk menguasai tiga bahasa. Sehingga di mana pun bertugas, mereka bisa mudah berkomunikasi. Kemampuan bahasa asing dibutuhkan karena bahasa asing merupakan jangkar dalam hubungan internasional. Maka, guru harus membekali anak untuk mampu mengunakan ketiga bahasa ini. Apalagi generasi milenial yang banyak mengunakan bahasa asing. Jangan sampai guru tidak bisa memahami,” ujarnya.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Posted on: August 19, 2019, by :