Berdayakan Pemuda, Menpora Terima Gelar Doktor Honoris Causa

Berdayakan Pemuda, Menpora Terima Gelar Doktor Honoris Causa

Berdayakan Pemuda, Menpora Terima Gelar Doktor Honoris Causa

Berdayakan Pemuda, Menpora Terima Gelar Doktor Honoris Causa
Berdayakan Pemuda, Menpora Terima Gelar Doktor Honoris Causa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sungguh tak menduga bakal

mendapat gelar doktor honoris causa (Dr HC) dari almamaternya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Imam mendapat gelar tersebut lantaran komitmennya memberdayakan pemuda melalui nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

’’Tidak menyangka, tidak menduga, dan tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau civitas academica, Pak Rektor, dan Pak Senat memberikan gelar kehormatan di luar mimpi saya,’’ ungkap Imam.

Menurut alumnus Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINSA itu, gelar kehormatan tersebut merupakan amanah besar. Karena itu, dia meminta doa kepada seluruh warga UINSA dan masyarakat agar jihad kebangsaan betul-betul terlaksana dengan baik.

Dalam orasi ilmiahnya, suami Shobibah Rohmah itu menyebutkan, para pemuda adalah pelopor perubahan. Pada saatnya nanti, mereka menjadi pemimpin dan orang hebat pada masa depan. Mereka melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya membawa bangsa dan negara ke arah yang lebih baik.

Imam juga berpesan agar para pemuda tidak melupakan jasa-jasa para guru. Menurut dia,

pencapaian yang diperolehnya selama ini juga berkat jasa para guru yang telah memberikan ilmu dengan tulus. ’’Saya belajar tentang kemandirian, keikhlasan, ketulusan, dan pengabdian di sini (UINSA, Red),’’ ujar Imam yang menyelesaikan kuliahnya dalam waktu hampir tujuh tahun.

Saat di bangku kuliah, dia menjadi aktivis kampus dan bercita-cita menjadi guru. Menjadi Menpora, Imam tidak merasa cita-citanya tak tercapai. Bagi dia, menjadi guru tidak melulu di sekolah, tetapi juga bisa menjadi guru bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat. ’’Tapi, jangan panggil saya doktor. Tetap panggil saya Cak Imam, Imam, atau Nahrawi,’’ ujarnya.

Rektor UINSA Prof Abd A’la menyatakan, keputusan pemberian gelar kepada Imam tersebut didasarkan pada kajian serta pertimbangan yang panjang. Sebelumnya, pihak kampus melacak sepak terjang pria 44 tahun itu. ’’Poin pentingnya, pengembangan pemuda oleh Pak Imam Nahrawi ini dilakukan melalui nilai-nilai agama, bukan simbol agama,’’ terangnya.

Menurut A’la, pemberian gelar kehormatan juga diputuskan dalam rapat senat terbuka

dan dipilih tiga promotor. Yakni, Prof H Husein Aziz, Prof H Ahmad Zahro, dan Prof Ali Mudlofir.

Pihak UINSA juga meminta pertimbangan dari eksternal kampus. Mereka meminta Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menunjuk tim independen sebagai penilai.

Akhirnya, terpilihlah Prof Kacung Marijan, dosen Universitas Airlangga sekaligus wakil rektor I Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, dan Imam Suprayogo dari Malang. ’’Kesimpulannya, beliau (Imam Nahrawi, Red) memang layak mendapatkan gelar itu,’’ jelasnya.

Ucapan selamat dari berbagai kalangan, mulai presiden hingga kolega Imam, terus berdatangan. Salah satunya diungkapkan mantan atlet bulu tangkis Indonesia Susy Susanti. Dia menyatakan, gelar tersebut memang pantas diterima bapak tujuh anak tersebut.

’’Beliau punya wawasan luas. Tidak hanya membuat pemuda berprestasi di bidangnya, tapi juga ikut membantu membangun negeri lebih baik,’’ ungkapnya

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html

 

Posted on: July 4, 2019, by :