Sudah Level Darurat, Pendidikan Bukan Tanggung Jawab Sekolah Semata

Sudah Level Darurat, Pendidikan Bukan Tanggung Jawab Sekolah Semata

Sudah Level Darurat, Pendidikan Bukan Tanggung Jawab Sekolah Semata

Sudah Level Darurat, Pendidikan Bukan Tanggung Jawab Sekolah Semata
Sudah Level Darurat, Pendidikan Bukan Tanggung Jawab Sekolah Semata

Pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini, tidak lagi harus mengukur keberhasilannya pada nilai rapor semata. Perlu sebuah indikator yang menunjukkan output dari pendidikan menghasilkan anak yang berkarakter. Baik dari segi intelektual, soft skill, perilaku, dan karakter diri.

Hanya saja menurut praktisi Pendidikan Anak Najeela Shihab, pendidikan zaman ini kondisinya sudah masuk dalam tahap gawat darurat. Baik dari akses pendidikan, kualitasnya maupun kesenjangan.

Dia membeberkan, masih ada anak yang tidak bersekolah. Hal itu menjadi

masalah besar dalam pendidikan. Tidak hanya itu, hak anak mendapat kualitas yang baik sekarang sudah sulit diterapkan para pembuat kebijakan.
Sudah Level Darurat, Pendidikan Bukan Tanggung Jawab Sekolah Semata
Ruang terbuka menjadi sarana bagi anak untuk berinteraksi. Hal itu menjadi bagian dari pendidikan di usia anak. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

“Tolong berhenti menyalahkan. Saya berharap momen hardiknas ini jadi momentum

penyadaran kalau pendidikan itu harus dikerjakan bersama-sama,” jelas Najeela baru-baru ini di Jakarta.

Dia menegaskan pendidikan tidak bisa menyerahkan segalanya ke tangan sekolah. Sebab, dalam membuat kualitas pendidikan meningkat, guru dan murid harus berperan bersama untuk naik level.

“Pendidikan itu tanggung jawab kita. Kita itu tidak hanya yang ada di sekolah, yang belajar pakai seragam. Kita itu adalah semuanya yang ada di korporasi. Pendidikan adalah urusan semua orang,” tegasnya.

Sebagai contoh bentuk kemirisan pendidikan di negeri ini yakni, anak-anak berhasil

membaca 1 sampai 2 juta buku. Akan tetapi mereka belum tentu paham dengan apa yang mereka baca.

Hal itu diketahui Najeela ketika mengikuti diskusi di Surabaya beberapa waktu lalu. Dari diskusi itulah Najeela bertanya-tanya apakah anak-anak itu paham dengan yang dibacanya.

“Kita nggak tahu benar apa engga dibaca. Percuma baca buku tapi tidak mengetahui isinya. Pendidikan jangan sampai hanya sebatas administrasi,” tandasnya.

 

Sumber :

https://yaplog.jp/ojelhtcmandiri/archive/4

Posted on: June 28, 2019, by :