Biografi Sofia Kovalevskaya : Matematikawan Wanita Rusia

Biografi Sofia Kovalevskaya

Biografi Sofia Kovalevskaya : Matematikawan Wanita Rusia

Biografi Sofia Kovalevskaya

Sofia Kovalevskaya (15/01/1850 – 10/02/1891) dilahirkan di Moskow. Keluarganya merupakan bagian dari bangsawan Rusia. Sejak kecil ia tertarik pada bidang matematika, dan pada usianya yang ke-11, dinding kamarnya dipenuhi dengan catatan-catatan kalkulus. Ketika ia berusia 14 tahun, seorang tetangganya memberikan keluarga Sofia sebuah buku fisika. Sofia sangat tertarik untuk membaca buku itu dan mencoba untuk memahami semua rumus-rumus dengan menarik kesimpulan rumus-rumus itu dari prinsip-prinsip dasar. Penulis buku fisika itu merasa terkesan dan menyuruh ayah Sofia lebih mendukung Sofia belajar matematika.
Sofia ingin melanjutkan pendidikannya ke universitas, akan tetapi perempuan tidak diijinkan untuk masuk ke universitas di Rusia pada saat itu. Apalagi saat itu Sofia belum menikah. Peraturan pada masa itu di Rusia adalah perempuan muda yang belum menikah tidak diperbolehkan untuk keluar sendirian. Akhirnya ia menikahi Vladimir Kovalevsky pada tahun 1868 untuk memenuhi keinginannya belajar di universitas. Tidak lama setelah itu, ia pergi ke Jerman dan menjadi mahasiswa di Universitas Heidelberg.
Pada tahun 1870, Sofia bertemu dengan Karl Weierstrass yang merupakan salah satu ilmuwan matematika terkenal pada waktu itu. Karl memberikan tugas kepada Sofia untuk mengerjakan sekumpulan soal. Dari sinilah Karl mengetahui bahwa kemampuan matematika Sofia sangat hebat. Sofia belajar bersama Karl di Berlin selama 4 tahun dan mendapat gelar PhD pada tahun 1874. Kemudian Sofia pulang kembali ke Rusia. Pada tahun 1878, ia melahirkan seorang anak perempuan bernama Fufa. Pada tahun 1883, Sofia kembali ke Berlin tetapi kemudian ia menerima kabar buruk bahwa suaminya, Vladimir, telah melakukan bunuh diri.
Pada akhir tahun 1884, Sofia menerima undangan untuk memberi kuliah di Universitas Stockholm. Setelah 5 tahun Sofia mengajar di sana, ia diangkat menjadi Kepala Departemen Matematika. Hanya dua wanita lain, yaitu ahli fisika Laura Basai dan ahli matematika Maria Agnesi yang pernah berhasil bertahan pada posisinya di universitas di Eropa.
Pada malam natal tahun 1888, Sofia memenangkan Prix Bordin yang terkenal. Tim penilai memilih lembar jawaban Sofia dan menyatakan Sofia sebagai pemenang. Tim penilai juga menaikkan hadiah uang dari 3000 franc menjadi 5000 franc, “dikarenakan pekerjaan yang sungguh luar biasa ini yang telah mengubah masalahnya menjadi fisika matematika.” Banyak orang terkejut ketika diumumkan bahwa pemenangnya adalah seorang perempuan. Dua tahun kemudian, Sofia meninggal dunia karena komplikasi influensa oleh bakteri pnuemonia.
Posted on: April 22, 2019, by :