Pengertian Esai Beserta Contohnya Lengkap

Pengertian Esai Beserta Contohnya Lengkap

Pengertian Esai Beserta Contohnya Lengkap

Pengertian Esai Beserta Contohnya Lengkap
Pengertian Esai Beserta Contohnya Lengkap

Pengertian Esai

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Sebagaimana artikel, esai biasa dimuat di media massa cetak. Penulis esai disebut esais.

Dari segi isinya, esai terdiri atas esai formal dan informal. Perbandingan keduanya sebagai
berikut.

Di samping esai, dalam keseharian orang sering menyebut istilah artikel. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artikel adalah karya tulis lengkap,  misalnya laporan berita atau  esai dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya.

Dari pengertian itu terkesan bahwa esai merupakan bagian dari artikel. Atau mungkin Anda justru menyimpulkan tidak ada perbedaan esai dan artikel? Baiklah, mari kita sepakati, bahwa artikel itu tidak lain adalah esai dalam bentuk formal, sedangkan yang informal kita sebut esai!

format penulisan esai

Adapun format penulisan esai secara sederhana dan umum dapat digambarkan sebagai berikut.

Pengantar/pendahuluan/pembuka:

latar belakang (dan tujuan) dikemas dalam bentuk yang menarik: pepatah, kutipan, cerita lucu, syair lagu, dan sebagainya agar pembaca tertarik.

Isi:

uraian permasalahan menurut pandangan pribadi penulisnya (dapat dilengkapi contoh-contoh, data,  fakta, perbandingan, disertai kutipan, anekdot, dan sebagainya).

Penutup:

simpulan/saran/penegasan kembali

Contoh Penggalan Esai

Angkat Keripik Nanas Jadi Makanan Khas

Oleh Neli Triana

Kios etalase keripik nanas milik Muslimin (50) hampir dua kali terlewati ketika sambil berkendara roda dua kami bolak-balik mencarinya di Jalan Pekanbaru-Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Rasa penasaran ingin mencoba makanan khas Kampar yang tersohor di seluruh Provinsi Riau dan telah merambah negeri tetangga itulah yang menjadi motivasi kami menyusuri perjalanan sepanjang sekitar 30 kilometer. 

Agak kaget ketika yang tampak hanyalah bangunan kecil berukuran lebar tiga meter dan panjang enam meter yang berfungsi sebagai toko sekaligus dapur pembuatan keripik nanas. Muslimin yang hanya mengenakan kaus singlet sibuk melayani pembeli maupun penyetor buah nanas segar. Tampak berkeringat dan sedikit lelah, tetapi bapak lima anak ini ramah menerima kedatangan tamunya.

Muslimin lalu berkisah tentang perjuangannya dari petani nanas biasa hingga menjadi pembuat keripik nanas yang kemudian menjadi komoditas andalan Kampar. Laki-laki paruhbaya penduduk asli Kampar ini sejak tahun 1997 terjun sebagai petani nanas. Sebelumnya dia telah malang melintang di dunia pertanian dan selalu merasa tak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Pada masa-masa ekonomi sulit, tepat setelah masa reformasi, ia terjun ke bidang pertanian nanas dengan alasan yang sama seperti alasan ratusan petani nanas lain di Desa Kualu Nanas, Kecamatan Kampar. Nanas telah dikenal di daerah ini sejak berpuluh tahun silam. Tanaman nanas ditemukan di lahan ratusan hektare yang tersebar mengitari permukiman.

Dulu, masyarakat membiarkan saja nanas tumbuh subur sebagai tanaman liar. Mereka memanfaatkannya hanya untuk konsumsi sendiri. Lama kelamaan buah kuning oranye bermahkota ini pun diminati orang dan mulai terjadi transaksi jual beli yang memicu
tumbuhnya perkebunan nanas.

Celah peningkatan ekonomi itu bak pancingan yang segera disambut. Warga desa beramai-ramai membuka perkebunan nanas, bahkan perusahaan di bidang agrobisnis pun mengapling tanah membangun perkebunan, di samping juga menyerap hasil budidaya warga setempat.

Selain saat musim panen besar pada Juni-Juli dan pada akhir tahun, buah nanas hampir setiap hari dapat dipetik. Warga setempat cukup memajang buah nanasnya di pinggir Jalan Pekanbaru Bangkinang. Pengguna jalan yang tertarik langsung berhenti dan membeli buah segar tersebut.

Akan tetapi, sejak tahun 1990-an, jumlah nanas di Kualu Nanas selalu berlebih dan ketika pasar tak lagi dapat menampung, buah-buah yang mengandung banyak air serta berasa manis asam segar itu terpaksa dibiarkan membusuk. Ini membuat Muslimin dan para petani lainnya prihatin. Namun, apa daya mereka tak memiliki kemampuan memasarkan nanas hingga jauh ke luar kota, provinsi, apalagi luar negeri.

“Nanas dari sini susah dibawa dalam perjalanan jarak jauh. Kandungan air dan gula amat banyak hingga cepat matang dan membusuk saat berada di ruang panas tertutup. Paling jauh, kami menjual nanas ke Pekanbaru atau daerah perbatasan Sumatra Barat,” kata Muslimin.

Menyadari susahnya mencari peluang pasar di luar Kampar, Muslimin membentuk Kelompok Tani Berkat Bersama. Kelompok ini kemudian menjadi satu-satunya kelompok tani yang mewadahi petani nanas. Itu pun hanya segelintir saja yang tertarik menjadi anggota.

Kelompok Tani Berkat Bersama pernah membuat terobosan distribusi penjualan nanas. Termasuk kesempatan kerja sama dengan perusahaan agrobisnis menyalurkan nanas ke beberapa provinsi lain di Sumatra. Menurut Muslimin, produk nanas Kualu Nanas memang kurang disukai di luar negeri karena terlalu manis dan berair.

Orang-orang Barat, demikian juga Muslimin, lebih menyukai nanas yang kesat berwarna kuning muda dan kental rasa asamnya. Karena itu, satu-satunya cara adalah menerobos pasar dalam negeri yang cocok dengan cita rasa nanas Kualu. Namun, keterbatasan teknologi pengepakan dan pengangkutan menghambat penyaluran hasil produksi. Produk alternatif

Keprihatinan ini sudah sering diungkapkan, baik kepada sesama petani maupun kepada pemerintah. Baru pada tahun 2000, Balai Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Kabupaten Kampar tergerak menjawab kegelisahan petani Kualu Nanas. BPTP Kampar mendatangi sejumlah petani dan menawarkan pelatihan pembuatan berbagai alternatif produk berbahan dasar nanas.

Tawaran alternatif itu hanya disambut oleh Kelompok Tani Berkat Bersama. Kelompok ini pun mengutus tujuh anggotanya, termasuk Muslimin, mengikuti pelatihan pembuatan keripik nanas selama enam bulan. Setengah tahun masa latihan terlewati mudah karena nanas sebagai bahan dasar telah tersedia, sedangkan alat pembuatan, bahan-bahan lain, serta modal lainnya dibantu penuh oleh BPTP.

Peserta pelatihan mulai bertumbangan saat mereka harus berhadapan dengan likaliku dunia pemasaran. Satu setengah tahun kemudian, dari tujuh peserta hanya tersisa Muslimin.
Mengenalkan makanan yang sama sekali baru merupakan cobaan terberat pada awal usaha Muslimin.
Sepanjang 2001 sampai menjelang tahun 2003, ia gigih memproduksi keripik nanas dan memasarkannya. ”BPTP masih mendampingi, tetapi saya sudah harus keluar modal sendiri serta menerapkan segala strategi, tanpa berhenti belajar tentang hal baru agar usaha berhasil. Hasil saat itu hanya cukup untuk ongkos hidup,” tutur suami dari Nur Syam ini.

Setiap hari ia mengawali pagi dengan menyiapkan bahan-bahan berupa nanas yang telah dikupas kemudian mengiris tipis melintang sehingga menghasilkan potongan buah berbentuk bundar pipih dengan tebal sekitar tiga milimeter. Hasil irisan direndam beberapa jam dalam air garam dicampur soda kue untuk menghilangkan rasa pengar penyebab gatal.

Irisan nanas lalu digoreng dalam alat khusus berbentuk silinder melintang berukuran diameter lebih kurang 40 sentimeter sepanjang hampir satu meter.

Dalam alat itu irisan nanas terendam minyak goreng dan akan dipanasi selama tiga jam nonstop secara tertutup agar dihasilkan keripik berwarna kuning keemasan yang renyah. Tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, dan pembuatan secara higienis, keripik nanas Muslimin cukup percaya diri berkompetisi dengan jenis makanan ringan lain yang telah menjamur di Riau.

Muslimin ditemani anggota BPTP memberanikan diri menawarkan produk andalannya di Kota Pekanbaru yang juga pusat segala kegiatan perekonomian skala besar terjadi. Tokotoko swalayan, tempat-tempat makan terkenal, serta pusat-pusat jajanan di Pekanbaru dijajal.

Laki-laki ini tak kenal lelah dan tahan malu memperkenalkan produknya dari pintu ke pintu. Ditolak mentah-mentah juga pernah dialaminya. Selain dijadikan keripik, nanas dapat juga dijadikan sirop sari nanas seperti sari kelapa dan banyak lagi. Yang dibutuhkan hanya keyakinan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Pemerintah daerah setempat pun diharapkan lebih sensitif dalam mendorong semangat, mendampingi, dan menyuntikkan modal awal untuk pengembangan usaha mereka.

Kompas, 8 September 2006

 

Tulislah sebuah esai dengan ketentuan:

  1. tema, topik atau judul bebas asal aktual dan faktual
  2. panjang karangan 300 – 500 kata
  3. mencakup pembuka, isi, dan penutup,
  4. berpola deduktif!

 

Baca Artikel Lainnya:

Posted on: February 21, 2019, by :