Fakta Betapa Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

Fakta Betapa Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

Fakta Betapa Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

Fakta Betapa Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun
Fakta Betapa Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

 

Mencuci tangan mungkin dianggap aktivitas sepele

Namun tahu nggak jika kamu rajin mencuci tangan bisa mencegah penularan penyakit berbahaya lho. Tentu saja bukan asal cuci tangan, melainkan harus pakai sabun dan air yang mengalir.

Tangan yang kotor merupakan sumber penyakit, terutama penyakit infeksi yang mudah menular. Hal inilah yang diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Dr Kuntjoro Adi Purjanto pada sela-sela peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day/GHD) 2018 yang digelar di SDN Rawa Barat 05, Jakarta Selatan, Senin (15/10).

“Asal tahu saja ya, banyak penularan penyakit itu ternyata dari tangan. Makanya sekarang itu kalau di rumah sakit untuk masuk ruang ICU pengunjung diminta mencuci tangan terlebih dahulu, bukan sekadar mengenakan baju khusus,” kata Kuntjoro.

Kuntjoro melanjutkan bahwa penularan tertinggi

Untuk penyakit infeksi itu asalnya dari tangan. Bahkan, infeksi nosokomial bisa membuat orang yang sudah sakit menjadi tambah sakit meski sudah dirawat di rumah sakit. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang menyebar di dalam rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Jadi, nggak heran jika Lifebuoy sebagai salah satu produk kebutuhan rumah tangga mengajak masyarakat membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai gerakan nyata membebaskan diri dari kuman penyebab infeksi dan penyakit.

Lewat gerakan Gabung Aksi Indonesia Merdeka dari Kuman, Lifebuoy berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pilar ketiga yaitu kesehatan dan kesejahteraan sebagai syarat utama pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami secara konsisten mendukung Kementerian Kesehatan RI dalam menyosialisasikan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama melalui edukasi kebiasaan cuci tangan pakai sabun. Dengan demikian anggota keluarga dapat menolong keluarganya berperan dalam kegiatan masyarakat,” ujar Head of Marketing Skin Cleansing & Baby Care PT Unilever Indonesia Tbk, Arya Bahupringga.

Perlu diketahui, hingga saat ini Lifebuoy telah menjangkau lebih dari 23,8 juta anak sekolah dasar, 71,7 juta ibu beserta anggota keluarganya, dan 1.000 rumah sakit di seluruh Indonesia. Pada tahun 2020 nanti, targetnya bisa mencapai 100 juta tangan sehat Indonesia sebagai bagian dari program Unilever Sustainable Living Plan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 miliar orang secara global.

Nah, seperti apa sih pentingnya membudayakan CTPS di lingkungan sekitar terutama keluarga? Berikut fakta cuci tangan bagi kesehatan.

Penting lho cuci tangan sebelum makan

Rajin menyuci tangan sangat penting diterapkan pada masyarakat di semua usia. Namun lebih penting untuk mengajarkan anak-anak tentang perilaku hidup sehat sedini mungkin.

Kepala Sub Direktorat Usia Sekolah dan Remaja dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Wara Pertiwi Osing, mengutarakan pentingnya anak-anak menerapkan perilaku sehat dengan mencuci tangan sebelum makan.

“Cuci tangan pakai sabun walaupun kegiatan sederhana, tapi berdampak sangat signifikan sekali terhadap pencegahan, bahkan penularan penyakit,” kata Wara.

Bisa mengurangi penyakit berbahaya

Tangan adalah pembawa kuman terbanyak yang menyebabkan diare dan infeksi pernapasan seperti pneumonia. Karena itu, kebiasaan cuci tangan dengan sabun dapat mengurangi terjadinya diare hingga hampir 50 persen dan infeksi pernapasan sebesar 25 persen di antara anak-anak di bawah lima tahun sebagaimana data yang disampaikan Wara.

Menekan angka kematian

Kebiasaan mencuci tangan secara efektif mampu memutus mata rantai penyebaran infeksi yang disebabkan kuman. Bahkan kegiatan sederhana ini bisa menekan angka kematian secara signifikan terutama pada anak-anak akibat bakteri. Apalagi saat ini bakteri semakin beragam dan kian kebal obat lho.

Harus jadi kebiasaan, nih

Cuci tangan pakai sabun harus menjadi sebuah kebiasaan pada lingkungan yang terkecil yakni keluarga, karena sangat penting untuk kesehatan. Maklum, menurut penuturan Wara, saat ini data menyebutkan masyarakat di atas usia 10 tahun punya kebiasaan cuci tangan di bawah 50 persen. Duh, parah banget, kan? Yuk, mulai sekarang membiasakan cuci tangan pakai sabun, ya.

Kapan sih harus cuci tangan

Usahakan cuci tangan sesering mungkin terutama sebelum dan setelah makan, setelah keluar kamar mandi, dan melakukan aktivitas lain. Tanamkanlah kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada anak-anak sebelum dan sesudah mereka beraktivitas.

Awas! Diare penyakit pembunuh nomor satu bagi balita

Jika Sobat Brilio malas cuci tangan, nggak menutup kemungkinan rawan terkena diare. Asal tahu saja, diare adalah salah satu penyakit yang timbul akibat malas mencuci tangan. Ngerinya lagi, diare merupakan penyakit nomor satu yang menewaskan balita.

Pentingnya edukasi

Karena begitu pentingnya cuci tangan pakai sabun, Lifebuoy pun menggelar edukasi dan pembangunan sarana CTPS secara serentak di 16 sekolah dasar di 16 provinsi di Indonesia hingga membuat tagar khusus yaitu #GabungAksiCuciTangan yang dapat dipergunakan semua orang untuk menunjukkan dukungan mereka.

“Kita mengajak sekolah, rumah sakit, dan para ibu di seluruh Indonesia untuk berbagi cara inspiratif dalam melakukan edukasi CTPS di lingkungannya masing-masing. Bekerjasama dengan NGO untuk memberikan edukasi ke-16 sekolah dasar tersebut,” kata Arya.

Karena itu Sobat Brilio mesti membiasakan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, khususnya sebelum makan. Selain itu, biasakan juga mencuci tangan setelah menggunakan toilet untuk menghentikan penyebaran kuman penyebab penyakit. Nah, pastikan sabun yang kamu pakai adalah sabun yang mengandung antiseptik.

 

Baca Juga : 

Posted on: January 20, 2019, by :