Serangan Peretas ke Kemhan Sebagian Besar dari AS dan China

Serangan Peretas ke Kemhan Sebagian Besar dari AS dan China – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menuliskan jumlah serangan peretasan terbanyak ke institusinya berasal dari Amerika Serikat dan China. Namun, tudingan ini masih menurut estimasi kasar. Sebab, telah menjadi praktek yang lumrah andai peretas memalsukan alamat IP (internet protocol) mereka di server proxy.

“Yang menyerang paling tidak sedikit itu dari China dan Amerika, tersebut di luar memakai proxy palsu guna menyembunyikan alamat IP (sebenarnya),” kata Kepala Pusat Pertahanan Siber Kementerian Pertahanan Marsekal Pertama Raja Manalu di sela-sela acara Indo Defence di Jiexpo, Jakarta Pusat.

Raja yakin ketika peretas bertindak pasti mengelabui sasarannya dengan memalsukan alamat IP mereka. Ia menyinggung tak barangkali peretas menyerahkan alamat identitas IP mereka dengan cuma-cuma.

“Tapi tersebut tadi saya mempercayai itu tidak sedikit yang gunakan proxy. Tidak barangkali hacker kasih tau tempat dia di mana. Jadi bila saya di sini kini dan menyerang Amerika, secara maya saya cari server di Afrika sampai-sampai Amerika menulis titik hacker dari Afrika,” katanya lagi.

Raja mengakui perang dengan semua peretas di dunia digital ini tidak bakal habisnya. Para peretas ini tidak jarang kali berkembang dengan menggunakan software yang berkembang.

Pihak yang bertahan mesti selalu memodernisasi sistem pertahanannya supaya tidaka terdapat sela yang dapat dimanfaatkan oleh peretas.

“Perang siber tersebut seperti kita tersebut kejar-kejaran dan dengan hacker dengan tidak jarang kali ada teknologi dan virus baru,” kata Raja. Sumber¬†sekolahan.co.id

Posted on: November 23, 2018, by :